Misteri Rumah Angker

Misteri Rumah Angker

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 25, 2021
TEAM QUOTES Rumah mewah yang lama tidak di huni, entah siapa pemiliknya dan apa gunanya dulu. Manekin tersebar di seluruh sudut rumah dingin, sunyi, gelap, dan jaring laba-laba menambah kesan menakutkan pada rumah ini. Ayu terus menatap manekin yang menarik perhatiannya, manekin itu begitu berbeda dari yang lain seolah bernyawa. Langkah kakinya terus menapak mendekati manekin itu pelan, dan bergetar terus mengelilingi dirinya. Tangan itu merayap pelan, menyusuri punggung Ayu perlahan sampai mencengram di bahunya. "Aaaaaaa ...," teriak Ayu. #Challangenovelet45hariKumpulanParaAuthor
All Rights Reserved
#315
angker
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Far From Home [TERBIT]
  • Rachel
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • AURORA
  • Garis Takdir Sera [ON GOING]
  • Matahari
  • A MEMORY BETWEEN US | HARQEEL [ON GOING]
  • Vyola ✓

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines