LOVELY ROSE🌹

LOVELY ROSE🌹

  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 15, 2021
"Li, saya mau jujur ke kamu." Kata Alan,ketua osis di sekolah itu. "Being honest with other people is fine. Bilang aja, apa kekurangan saya, kak?" Jawab Lilian. "Sa...Saya.." "Saya rasa, ka..kamu berhasil membuat hati ku berdebar." Jawab Alan, dengan jari telunjuk yang mengarah ke dada kiri atas. "Bagaimana cara hati bisa berdebar? And isn't it the place where the heart is?" Jawab Lilian. "Maksud kakak itu apa? Saya kurang faham?" Lanjutnya. "..." 🏃‍♂️(KABUR) ("GUA MALU WOEEEY!!! SEJAK KAPAN HATI ADA DI TEMPAT JANTUNG!" ("LAGIAN BILANG I LOVE YOU AJA SUSAH BANGET SIH")
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secretly Looking at You (END)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Hallo, Kak Diandra?
  • Stres In Life
  • Long Distance RelationSHIT ✓ (COMPLETED)
  • Because I'm Stupid (End)
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Pesan Singkat
  • 36 days with you {saida} [End]
  • 20. Pamanku Brondong Mesum (FIN)

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines