Choosing You [END]

Choosing You [END]

  • WpView
    Reads 51,518
  • WpVote
    Votes 1,821
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Dec 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
⚠️ Warning! Adult-romance story content! 21+ ⚠️ *** Kedua tangan Cleo memegang pipi Fabian, "harusnya aku minta ganti rugi karena udah dicium sembarangan." Fabian terdiam, ia mencoba melepaskan tangan Cleo. Namun ditepis yang akhirnya membuat tubuh Cleo goyah. "Mau ganti rugi berapa?" Cleo meneliti setiap bagian wajah dari dekat hingga membuat Fabian menahan nafas. Cleo terdiam lama saat jarinya menyentuh ringan bibir Fabian. "Ini harganya," ucap Cleo sambil menghapus jarak diantara mereka. Ia berjinjit dan menarik Fabian agar menunduk. Cup...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FANÀTICO | MANURIOS (RE-PUBLISH)
  • Did I Love My Maid (Silver Moon series)
  • Ruined Bitch
  • My Precious Bastard Boyfriend [End]
  • 𝐒𝐰𝐞𝐞𝐭 𝐒𝐢𝐧𝐧𝐞𝐫 [ROMANCE 21+] TERSEDIA VERSI BUKU
  • 90 Days with Devil
  • My Sugar Daddy(END)
  • Mengejar CEO Tampan
  • I Want You : Gay Dan Janda
  • Mommy QueenBie  (PINDAH KE KUBACA)

[RE-PUBLISH] Axel dan Vanilla adalah dua jiwa yang terjebak dalam dinamika cinta yang rumit. Hubungan mereka lahir di tengah ketidakpastian, terus-menerus diuji oleh penghakiman orang lain dan rasa bersalah yang mengintai di setiap sudut. Ini adalah kisah tentang memilih: mengikuti insting hati atau bertahan demi sebuah reputasi. Axel, dengan pesonanya yang tak terbantahkan, selalu memiliki cara untuk menarik Vanilla mendekat-menawarkan janji akan kesenangan dan kebahagiaan yang bisa mereka rengkuh bersama. Di sisi lain, Vanilla berdiri di atas prinsipnya. Ia berusaha mati-matian mempertahankan martabatnya, meski jauh di lubuk hati, pertahanannya perlahan runtuh oleh setiap perhatian kecil yang Axel berikan. Setiap pertemuan adalah tarik-menarik yang berbahaya. Setiap percakapan adalah dilema. "Kita punya kesempatan," kata Axel sambil menekan tubuhnya lebih dekat, membuat jantung Vanilla berdebar semakin tak terkendali. "Kesempatan apa yang Kak Axel maksud?" tanyanya kebingungan, dengan nada yang sedikit bergetar. Axel semakin menunduk. Tangannya bergerak menyelipkan helai rambut Vanilla ke belakang telinga. "A chance to start a relationship," jawabnya dengan suara rendah, menahan tangan Vanilla yang berusaha menyingkir dari sentuhannya. "I know you feel the same way, Vanilla." Vanilla terpaku, tubuhnya mendingin sekaligus memanas. Ia sadar, begitu ia mengiyakan, hidupnya tak akan pernah sama lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines