La Inachevé

La Inachevé

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Louis Millet awalnya adalah pelukis muda berbakat yang diakui oleh hampir setiap penduduk di Limoges. Akan tetapi, sejak Ayahnya meninggal karena suatu penyakit yang aneh, orang-orang mulai mengucilkan Louis dan Ibunya. Louis pun pindah ke Marseille bersama dengan Ibunya berkat bantuan salah satu tetangganya yang masih berbaik hati pada mereka. . . . 7 Tahun berlalu. Sejak ia pindah ke Marseille, kehidupannya yang kelam berangsur membaik. Ia menemukan guru melukis yang sangat baik, Ayah baru yang sangat baik dan sayang padanya. Juga, ia menemukan cinta dalam hidupnya...
All Rights Reserved
#211
art
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pain(t)ed Heart
  • LUKISAN DUA MERPATI PUTIH LUKISAN DUA HATI
  • The Muse [TERBIT]
  • An Art Gallery [END]
  • Salah Target [Unpublish]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • WHEN DESTINED (END)
  • Elegance of Love
  • The Scandal Royal Prince and Famous Model

Indahnya cinta mungkin hilang saat masalah itu datang. Imel adalah remaja korban broken home. Dulu ia hanya gadis biasa yang selalu hidup dengan kasih sayang orangtuanya. Namun, semenjak perceraian mereka, dunia seolah memintanya untuk menghadapi segala macam masalah jauh lebih berat. Keluarga, sahabat, dan cinta. Semua membuatnya sakit. Saat semua orang tak peduli lagi dengannya, bermodal nekat dan keingginan untuk keluar dari segala masalah, Imel dan Erde, kakak semata wayangnya yang mengidap gangguan kesehatan rela pergi dan menenangkan diri kepada Pakde, orang yang mampu menumbuhkan kembali passion Imel saat hampir musnah ditelan bumi. Imel lupa ia bisa melukis. Segala macam problema hidupnya mulai terobati dengan kedatangan Tama, calon dokter spesialis yang memberikan warna berbeda dalam hidupnya. Meski Imel sudah merasa kembali memiliki keluarga, ia masih takut untuk menghadapi kenyataan hidup. Serta cinta.. yang perlahan kembali sejak Tama datang menawarkan hati yang baru. "Jangan pernah kamu remehkan janji Tuhan. Ia punya kejutan untukmu. Suatu saat nanti," - Tama Hanya dengan melukislah Imel pelan-pelan mampu melupakan, bagaimana orang tuanya berpisah, cinta pertamanya yang pernah pergi, rahasia keluarganya dan masa depan yang tampak abu-abu. Pelan-pelan, Imel percaya ia dapat lepas dari semuanya. Yeah, I paint my own reality. And with him, I gotta put my pain in the paint... A/N: Pernah aku post di Kompasiana tapi sebagian sudah dihapus. Akan ada sedikit perbaikan, dan semoga bisa terhubur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines