Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]

Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]

  • WpView
    Reads 5,369
  • WpVote
    Votes 3,400
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 26, 2023
"Saat kamu memilih untuk jatuh cinta, kamu akan dihadapkan dengan dua pilihan. Pertama, merencanakan hari besok untuk membuatnya bahagia. Kedua, siap bangun dari jatuh yang membawamu pada kenyataan bahwa dia, belum mencintaimu." ••••• Hanya sebuah kisah sederhana. Saat dimana sebuah kesempurnaan memliki arti. Saat Rindu merasa dunia yang ia miliki, hanya akan sempurna saat bersama dengan teman kecilnya dan kekasihnya. Hanya sebuah kisah sederhana. Saat pilihan membawa Radit pada alasan mengapa ia menjadi pengecut. Dan sebuah fakta bahwa, menjadi seorang teman saja, memang tidak cukup. Hanya sebuah kisah sederhana. Ternyata menjadi jujur pada sebuah perasaan akan dihadiahi kemenangan. Kemenangan yang diraih Ken saat ia percaya, cintanya hanya akan dibalas ketika ia sanggup berjalan beriringan dengan ketidaksempurnaan.
All Rights Reserved
#810
ken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • [END] Blind Rainbow
  •  HAZELA
  • Dunia Radin
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • JAM 3 SORE
  • BETWEEN
  • Kisah Akala
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines