Ketika Takdir Berkata

Ketika Takdir Berkata

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 29, 2021
Bagaimana perasaanmu jika persahabatanmu harus berbeda alam? Sedih bukan? Itulah yang dirasakan oleh dua gadis ini, mereka harus terus bersahabat walaupun berbeda alam. Mereka adalah Kirana dan Jessica, dua orang sahabat yang sudah lama bersahabat, mereka terus bersahabat walaupun berbeda agama, namun karena suatu hal terjadi membuat Jessica harus kehilangan nyawanya, membuat Kirana sedih, tentunya membuat persahabatan mereka harus berbeda alam. Ikuti kisah mereka berdua yah,, Siapkan tisu untuk bacanya, hehe. Salam dari Author, Manda & Artha.
All Rights Reserved
#31
selamanya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FREKUENSI RINDU
  • Ay & Ar
  • Cinta Yang Dingin Hati Yang Tersimpan (Fredel)
  • story gista
  • Restu Tuhan
  • Cinta Dua Waktu
  • [As3] Cerita Aku, Kamu Dan Kita
  • BESTie (END)
  • Ananta Bandhana
  • Strength In The Heart

Nara dan Alya, dua sahabat yang dipertemukan oleh dunia maya namun dipisahkan oleh dunia nyata. Nara, gadis sederhana dari sebuah kota jauh dari ibukota menyalurkan rindu lewat suara di gelombang radio, sementara Alya, yang kini sibuk dengan gemerlap popularitas dan cinta barunya di kota, perlahan menghilang dari frekuensi persahabatan mereka. Sebuah potongan lirik lagu di tengah siaran radio membawa Nara ke pusaran kenangan yang nyaris ia kubur. Namun, di balik rindu itu, tersimpan kecewa yang dalam-kecewa atas janji yang tak ditepati, atas pertemanan yang perlahan memudar tanpa kata perpisahan. Ketika kesempatan bertemu akhirnya datang, luka lama dan kata-kata yang tak pernah sempat terucap membuat mereka berdiri di persimpangan: bertahan dalam kenangan, atau melepaskan dalam keikhlasan? "Kadang, jarak dan waktu bukanlah pemisah, tetapi pengingat bahwa persahabatan sejati tak mengenal batas. Frekuensi yang terputus bukan berarti hilang, karena setiap detik yang terlewat selalu ada di dalam ingatan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines