Lo Siapa?

Lo Siapa?

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 9, 2021
"Pernah mikir buat bunuh diri? Kalo pernah kita satu server,dimana hanya elo yg tau kisah hidup Lo dan orang lain gak bakal bisa ngerti,dimana semua orang hanya menganggap bahwa masalah yang Lo hadapin adalah masalah yang sepele", Hanya Lo dan diri Lo yang bisa ngerti orang lain gak bakal bisa ngerti keadaan Lo gimana,gak ada satu orang didunia ini yang bisa dipercaya. "Lo memang yang terbaik tapi tidak yang terhebat,orang hebat gak bakal nyakitin dan bahkan mikir buat sakitin dirinya,gak ada yang perlu Lo sembunyiin.. Lo adalah tokoh dari kehidupan yang sedang Lo jalanin", "Lo siapa?"pertanyaan gila yang hanya dimengerti oleh orang bodoh yang menginginkan ketenangan di atas kehebohan yang sedang terjadi. ☆
All Rights Reserved
#148
bunuhdiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • DEAR LAURA (ON GOING)
  • Mania
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • I KNOW YOU DON'T CARE
  • SAGARA | Lee Haechan (END)
  • I Think You Call This Love [END] S1 Story of Rei-Raka
  • Baneblood Brotherhood (hiat)
  • Mysterious Girl
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines