Juvenile Hue

Juvenile Hue

  • WpView
    Reads 603
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 30, 2021
Apa kenangan masa remaja yang masih kalian ingat hingga kini? Kenangan penuh tawa atau malah derai air mata? Mengenal kata cinta atau malah mengenal luka juga rela? Apapun kenanganmu, anggaplah semua yang telah kalian jalani sebagai sebuah pembelajaran tentang makna hidup. Dalam cerita ini, kalian akan kami ajak untuk bernostalgia juga kembali masuk dalam lingkaran cerita kami, bayangkan bahwa kalianlah pemeran utama kisah ini. Juvenile hue bercerita tentang kisah kasih masa remaja juga kenangan yang melekat dalam ingatan. Bermacam kisah bagai sebuah padma yang terkena sinar bulan, indah dan tajam. Akan selalu ada cahaya dalam gelapnya malam, akan selalu ada harapan saat anca datang menerpa. Kisah ini bukanlah sekedar kisah biasa, Tetapi, kisah ini sangatlah berarti untukku, hidupku dan juga sahabatku, Dengan kisah rona cerah khas remaja, Kisah ini ku persembahkan untukmu, sahabatku. Selamat mengenang dan selamat menikmati. Salam hangat dari kami, semoga selalu bahagia Chemistry Nusantara
All Rights Reserved
#154
kumpulancerpen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • GRIZLEN {On Going}
  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • Felicia> Januari With You
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • Semu [Completed]
  • Remaja
AURORA

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines