Juvenile Hue

Juvenile Hue

  • WpView
    Reads 610
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 30, 2021
Apa kenangan masa remaja yang masih kalian ingat hingga kini? Kenangan penuh tawa atau malah derai air mata? Mengenal kata cinta atau malah mengenal luka juga rela? Apapun kenanganmu, anggaplah semua yang telah kalian jalani sebagai sebuah pembelajaran tentang makna hidup. Dalam cerita ini, kalian akan kami ajak untuk bernostalgia juga kembali masuk dalam lingkaran cerita kami, bayangkan bahwa kalianlah pemeran utama kisah ini. Juvenile hue bercerita tentang kisah kasih masa remaja juga kenangan yang melekat dalam ingatan. Bermacam kisah bagai sebuah padma yang terkena sinar bulan, indah dan tajam. Akan selalu ada cahaya dalam gelapnya malam, akan selalu ada harapan saat anca datang menerpa. Kisah ini bukanlah sekedar kisah biasa, Tetapi, kisah ini sangatlah berarti untukku, hidupku dan juga sahabatku, Dengan kisah rona cerah khas remaja, Kisah ini ku persembahkan untukmu, sahabatku. Selamat mengenang dan selamat menikmati. Salam hangat dari kami, semoga selalu bahagia Chemistry Nusantara
All Rights Reserved
#367
nusantara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Felicia> Januari With You
  • Mari Saling Bicara
  • Semu [Completed]
  • Memories in Moon
  • Padi & Jagung✓
  • AURORA
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • Langit dan Cahayanya
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]

‎Hendra... ‎seorang anak SMP yang bahkan tak lagi bersekolah. ‎Kulitnya legam, senyumnya pelan, ‎hidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik. ‎ ‎Ia hanya ingin dagangannya laku... ‎dan pulang tanpa luka yang terlalu dalam. ‎ ‎Hingga suatu hari, ‎datanglah seorang gadis seperti bidadari. ‎Felicia. ‎ ‎Gadis cantik bermata sipit, keturunan kaya, ‎berjalan pelan ke arahnya... ‎lalu bicara dengan suara paling lembut yang pernah ia dengar. ‎ ‎Felicia tidak takut, tidak jijik. ‎Ia menggenggam tangan Hendra... ‎menemani dagangannya, duduk di sisinya, ‎dan mencintai dia-yang bahkan tak pernah mencintai dirinya sendiri. ‎ ‎Hari demi hari, Felicia menjadi cahaya. ‎Membuat Hendra tersenyum. Membuatnya percaya... ‎bahwa seseorang sepertinya bisa dicintai... bisa berarti. ‎ ‎Tapi cinta seperti Felicia tak datang untuk selamanya. ‎ ‎Dulu, seorang kakek pernah berkata, ‎"Kalau suatu hari... ada seseorang yang datang padamu, ‎seseorang yang mustahil untuk hadir dalam hidupmu... ‎tapi dia datang, menoleh, tersenyum, lalu duduk di sebelahmu, ‎biasanya... dia hanya dikirim untuk sebentar saja. ‎Untuk membuatmu merasa dicintai, ‎untuk menyembuhkan hatimu yang diam-diam patah. ‎Lalu setelah itu... dia akan pergi. ‎Bukan karena tak cinta... ‎tapi karena Penciptanya memanggil pulang." ‎ ‎Benarkah... Felicia akan pergi? ‎Apakah cinta sehangat itu... hanya datang untuk dikenang? ‎Dan bila benar ia akan hilang... ‎mampukah Hendra mengucap selamat tinggal... pada satu-satunya cahaya dalam hidupnya? 💔 ‎.

More details
WpActionLinkContent Guidelines