Juvenile Hue

Juvenile Hue

  • WpView
    Reads 612
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 30, 2021
WpInfo
Fanfic
My Hero Academia
Apa kenangan masa remaja yang masih kalian ingat hingga kini? Kenangan penuh tawa atau malah derai air mata? Mengenal kata cinta atau malah mengenal luka juga rela? Apapun kenanganmu, anggaplah semua yang telah kalian jalani sebagai sebuah pembelajaran tentang makna hidup. Dalam cerita ini, kalian akan kami ajak untuk bernostalgia juga kembali masuk dalam lingkaran cerita kami, bayangkan bahwa kalianlah pemeran utama kisah ini. Juvenile hue bercerita tentang kisah kasih masa remaja juga kenangan yang melekat dalam ingatan. Bermacam kisah bagai sebuah padma yang terkena sinar bulan, indah dan tajam. Akan selalu ada cahaya dalam gelapnya malam, akan selalu ada harapan saat anca datang menerpa. Kisah ini bukanlah sekedar kisah biasa, Tetapi, kisah ini sangatlah berarti untukku, hidupku dan juga sahabatku, Dengan kisah rona cerah khas remaja, Kisah ini ku persembahkan untukmu, sahabatku. Selamat mengenang dan selamat menikmati. Salam hangat dari kami, semoga selalu bahagia Chemistry Nusantara
All Rights Reserved
#60
cerpenremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • Mari Saling Bicara
  • Felicia> Januari With You
  • The Chance
  • AURORA
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • Padi & Jagung✓
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines