We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Confession Is Not Flashy

Confession Is Not Flashy

  • WpView
    Reads 7,278
  • WpVote
    Votes 424
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 5, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Win-win? Maksudnya?" -Dzakiyah Talita Sakhi. "Simbiosis mutualisme. Kamu untung, saya juga untung."- Ghaisan Ahmad Altamis. -------- Jika ada kesamaan nama Tokoh, jalan cerita ataupun profesi. Itu adalah murni dari pemikiran saya, tidak ada unsur kesengajaan atau ingin meniru. ---------
All Rights Reserved
#48
kapten
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mayor Wira's Gaze
  • CINTA LEMBAH TIDAR ❤️
  • "Bukan Agen, Bukan Pahlawan, Cuma Tersesat"
  • Cintaku Serumit Itu
  • Lentera Hati (TAMAT)
  • Kapten Alvand ( Tersedia Ebook )
  • We Meet Again?  [END]
  • Rara [ Proses Penerbitan ]

Mayor Wiratama Adwijaya adalah sosok yang dikenal sebagai legenda di satuannya. Dingin, tak banyak bicara, dan selalu satu langkah di depan dalam setiap strategi perang. Pria itu hidup untuk tugas-tidak ada ruang untuk kesenangan pribadi, tidak ada waktu untuk menikmati hal-hal kecil. Baginya, keberhasilan sebuah operasi adalah segalanya. Lahir dari keluarga militer, disiplin sudah mendarah daging dalam dirinya sejak kecil. Tidak heran jika ia tumbuh menjadi seorang perwira yang tak tertandingi. Keahliannya dalam membaca medan perang, mengatur strategi, dan mengantisipasi gerakan musuh membuatnya dihormati sekaligus ditakuti. Bahkan, para prajurit di bawah komandonya menyebutnya "Sang Hantu Perang" karena instingnya yang tajam dan eksekusinya yang nyaris tanpa cela. Dokter Kalea Laurenisa adalah sosok yang bertolak belakang dengan Mayor Wiratama Adwijaya. Perempuan itu manja, gemar mengeluh tentang hal-hal kecil, dan selalu menginginkan kenyamanan dalam hidupnya. Namun, di balik sikapnya yang tampak lembut dan sedikit kekanak-kanakan, ia memiliki hati yang luar biasa besar. Sebagai seorang dokter militer, ia sering kali berhadapan dengan kondisi yang jauh dari ideal. Medan perang, fasilitas terbatas, dan pasien dengan luka-luka parah seharusnya cukup untuk membuatnya menyerah. Tapi Kalea tidak pernah benar-benar bisa menutup mata terhadap penderitaan orang lain. Ia selalu rela melakukan apa pun untuk menyelamatkan nyawa, meskipun itu berarti mempertaruhkan dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines