BERSAMA MIPA 1

BERSAMA MIPA 1

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 31, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Berbanding terbalik dengan image judul. Kamu akan menemukan sebuah kekacauan di sini, kekacauan humor yang membuat perutmu digelitiki cerita seisi kelas IPA 1 dari siswa yang berperilaku normal dan abnormal. Sayang sekali jika kamu tidak membaca ini, karena kamu akan melewatkan sebuah suasana seperti kamu ikut berada di sana. Start : 14 Agustus 2021
All Rights Reserved
#39
mipa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAFIR
  • Class X Family
  • IPA & IPS
  • 182 days
  • SCIENCE 7 : WE ARE ONE
  • 1-AB Daily Life [✔︎]
  • Asam Manis Putih Abu(Edisi kelas purba)
  • TWO SELEB [END]
  • Penguasa Jurusan [END]
KAFIR

Rank 1 Pucat - 15 April 2021 Rank 1 Hening - 17 April 2021 Rank 1 Redaksisalam - 18 April 2021 Rank 1 SalamPedia - 19 April 2021 Rank 1 KAFIR - 19 April 2021 Rank 4 Kelas - 19 April 2021 Rank 1 Pentagram - 28 April 2021 Bu guru POV "Baik anak-anak, ibu akan absen nama kalian satu-persatu. Dengarkan baik-baik, ya?" "Baik, Bu ...," sahut para siswa serempak. "Miranda." "Hadir, Bu!" sahutnya. "Megan." "Hadir, Bu!" tambahnya. Beberapa menit selesai mengabsen. 'Loh, kok, jumlah siswa berlebih satu orang. Bukankah, semuanya tiga puluh lima. Sekarang menjadi tiga puluh enam, ya? Lalu, siapa yang satu ini.' Wajah pucat dan suasana ruang kelas hening, seketika. Yang terlihat hanyalah kehadiran satu siswi di bangku kosong paling sudut, sementara yang lain tak ada di sana. Bercak merah menyerupai darah hadir di dinding tembok, saking buru-burunya. Aku, memutuskan untuk keluar dari ruangan dan menabrak pintu kelas. Bug! Siswa POV "Ibu ... Ibu, kenapa, Bu ...?" Miranda POV SMA Gemilang, sebuah sekolah menengah yang paling angker di antara sekolah lain sekabupaten. Kehadiran siswi secara tiba-tiba, kerap pertanda bahwa akan ada satu nyawa menghilang bersamanya. Bukan hanya guru, bahkan teman menjadi sasaran ganasnya perbuatan. Dia!

More details
WpActionLinkContent Guidelines