KU LELAH

KU LELAH

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 16, 2021
Sebuah kehidupan dan takdir yang harus dijalani oleh seorang cewek yang bernama Nadya Farrelya Mahendra seorang diri. Dikehidupannya menceritakan Nadya yang selalu dibenci,dicaci maki,dihina,dll, oleh semua orang yang disayang oleh Nadya. Walaupun begitu Nadya selalu menampilkan keceriaannya terhadap orang yang dia sayangi meskipun hatinya selalu lelah terhadap takdir yang dia alami.Dan tuhan berkata lain......... "Dasar anak tak tau diuntung,saya menyesal telah melahirkanmu dari rahim saya!" "Selalu mempermalukan keluarga saja kamu.Pergi kamu dari sini saya tak sudi mempunyai anak seperti kamu!" "Kamu bukan adik saya jadi sekarang jangan pernah kamu manggil-manggil saya dengan sebutan ABANG!" "Bener tuh kata Abang kami jangan pernah manggil kami ABANG karena kami nggak sudi mempunyai ADEK seperti kamu!" "Saya juga tak sudi mempunyai kembaran seperti dirimu dasar j*l*ng!" "Adek kecewa sama kakak hiks...hiks...hiks" "Baiklah jika kalian mengusir ku maka aku akan pergi dari kehidupan kalian semua karena Tuhan udah mengirimkan aku sebuah penyakit yang mematikan.Tunggu saja sampai aku benar-benar pergi dari dunia yang teramat kejam ini"batin Nadya *Sebelum membaca siap²in tisu yawww* Semoga kalian para readers suka dengan cerita ini.Mohon dukungannya karena sebagian aku ambil dari kisah ku sendiri😁
All Rights Reserved
#47
iri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  •   Dia nadine
  • Don't Leave Me (END)
  • AILAH(END)✅
  • RIANA
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • Alisa's Story
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines