BUMANTARA

BUMANTARA

  • WpView
    LECTURAS 2,629
  • WpVote
    Votos 594
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadConcluida sáb, may 1, 2021
PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?
Todos los derechos reservados
#234
iceboy
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 𝑲𝒂𝒇𝒆𝒊𝒏𝒎𝒖! ♥︎
  • Felicity [On Going]
  • JANUARGHA
  • ABOUT LIFE
  • GALANG [SELESAI]
  • Feel My Heart, Neo [Na & Neo]
  • My cool badboy [LENGKAP]
  • Nav's Stories
  • ALDINAYA [Sudah Terbit]
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)

𝘞𝘢𝘳𝘯𝘪𝘯𝘨 ❗ 𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐈𝐍𝐈 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍𝐃𝐔𝐍𝐆 𝐔𝐖𝐔 𝐓𝐈𝐍𝐆𝐊𝐀𝐓 𝐀𝐊𝐔𝐓!! 𝐉𝐈𝐊𝐀 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐊𝐔𝐀𝐓 𝐍𝐆𝐆𝐀𝐊 𝐔𝐒𝐀𝐇 𝐁𝐀𝐂𝐀!! 📢 𝐒𝐄𝐁𝐀𝐆𝐈𝐀𝐍 𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐃𝐈𝐏𝐑𝐈𝐕𝐀𝐓, 𝐅𝐎𝐋𝐋𝐎𝐖 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐀𝐂𝐀. 𝐓𝐊𝐒. 💓 "Annaya Carlissa cuman milik Sandy Mahanipuna!" tegas Sandy. Sandy Mahanipuna, cowok tampan, pintar, dan cuek telah termakan kata-katanya sendiri. Seorang gadis berhasil memporak-porandakan perasaannya. Jika dulu katanya ia tidak akan menyukai gadis gatel+lemot seperti Naya, maka sekarang keadaan terbalik. Ia tidak ingin melepaskan gadis itu. ------ "Barusan Lo pulang sama siapa?" Naya menoleh, kakinya mundur satu langkah. Jantungnya selalu berdegup kencang setiap kali ditatapi seperti itu. "K-Kak Sandy?" cicitnya pelan, kalut dan tidak tahu harus berbuat apa. Melihat Naya yang kegugupan seperti itu, membuat Sandy jadi tidak tega untuk menatapinya tajam. Tapi, mau bagaimana lagi ia sudah terlanjur kesal melihat Naya diantar oleh pria lain selain dirinya. Apalagi itu adalah Louis--pria yang terang-terangan mengobarkan bendera perang padanya sejak pertama kali bertemu. Sandy mendekat pada Naya, lalu mencekal tangan Naya. "Ikut gue!" titah Sandy menarik Naya. ------ "Nay, harusnya Lo gue hukum. Lo udah lemah di depan cowok lain. Lo nggak ingat janji, Lo?" "Naya, Naya udah berusaha. Tapi, tapi Louis yang-" "Nggak usah sebut nama cowok sialan itu!" "Eh? I, iya." "Kita pulang!" ----- HIGHEST RANK 💎 #1 in Percintaan (6/8/22) #2 in Remaja (5/8/22) #4 in Posesif (5/8/22) #6 in Teenfiction (5/8/22)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido