3 Anak Kucing dan Kukang Pemalas

3 Anak Kucing dan Kukang Pemalas

  • WpView
    LECTURAS 334
  • WpVote
    Votos 96
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, abr 5, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Sibella, si jenius matematika. Lebih mengedepankan logika dibandingkan perasaannya. Berjanji akan mengatakan siapa yang dia sukai kalau memang ada pada dua sahabatnya. Havana, pelari atletis. Gadis yang berpikiran pendek dan gampang terbawa arus. Menyayangi dua sahabatnya melebihi apa pun. Juga berjanji akan mengatakan siapa yang disukai kalau memang ada. Persia, murid teladan. Menjabat sebagai ketua OSIS di SMA 45. Gadis yang patut dicontoh sebagai panutan semua orang. Janjinya juga sama dengan Sibella dan Havana. Dan yang terakhir Samuel, si pemalas dalam segalanya. Laki-laki yang sama sekali tidak punya semangat dan mengeluh sepanjang waktu. Lebih suka menghabiskan waktu di tempat tidur dibandingkan sekolah. Takdir menghubungkan mereka, tepat setelah Sibella mengatakan kalau dia menyukai Samuel dihadapan Havana dan Persia. Sayangnya, takdir sering mempermainkan. Havana dan Persia yang seharusnya mendukung Sibella malah mulai ikut menyimpan perasaan pada Samuel setelah berinteraksi dengannya. Bencana seperti apa yang menanti hubungan ketiga sahabat tersebut? -------- Update: Weekly
Todos los derechos reservados
#8
tutor
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • Prince Untuk Alea
  • MY LOVE  IS  REAL
  • Cinta segitiga
  • Cinta Dalam Diam
  • 春のロマンス- Haru No Romansu (Romansa Musim Semi)
  • ARES KIRANA
  • Eramnesia

Lauren dan Sam bukan kisah yang keras-keras jatuh cinta-mereka tumbuh pelan, dari tatapan singkat, senyum kecil, hingga diam yang saling mengerti. Di balik bangku sekolah yang sederhana, mereka menulis cerita. Tentang tawa yang tak dibuat-buat. Tentang genggaman yang nggak selalu erat, tapi hangat. Dan tentang janji-janji kecil yang mungkin... cuma untuk dikenang. Tapi waktu nggak pernah berhenti berjalan, dan orang-orang nggak selalu tinggal. Kini, mereka duduk di ujung dunia yang berbeda-masih saling ada, tapi tak lagi saling punya. Lalu, jika satu surat bisa membuka kembali pintu yang tertutup rapi, masih pantaskah kisah mereka kembali dibaca? ------------

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido