Bersama Untuk Berubah

Bersama Untuk Berubah

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 8, 2022
Nida siswi kelas dua belas di SMA Insan Maju, hari-harinya penuh dengan tekanan ayahnya yang sangat prefectionis. Sampai akhirnya Nida bingung untuk meneruskan jenjang pendidikannya, karena dia sudah lelah dengan tekanan ayahnya, bahkan baginya sekolah hanya akan membuat ia berada dibawah tekanan. Sampai akhirnya ayahnya memaksanya menjadi seorang guru. Dan harus langsung terjun didunia pendidikan tersebut dengan bergabung di Taman Penitipan Anak.
All Rights Reserved
#690
jatidiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Untuk Laut
  • Merindukan mu dalam diam [Revisi]
  • Plot Twist Sang Figuran (TERBIT)
  • Hijrah Membawaku pada imamku
  • Suddenly Becomes Samara In The Novel
  • Pak Udin
  • Gus untuk Anisa
  • ✔️Become The Main Character's Sister : Transmigration Story
  • Adinda | Jeno Jaemin

Maura Elvaretta Zahira, gadis ceria berambut panjang yang selalu tampak bersinar di mata orang-orang. Di balik senyumnya, ia menyimpan luka masa kecil yang belum sembuh-kehilangan ayah yang ia cintai dan ibunya yang menikah kembali. Meski rapuh di dalam, Maura tumbuh menjadi pribadi yang ambisius dan pekerja keras. Ia ceroboh, sering gegabah, dan tak jarang memainkan rasa percaya dirinya untuk menutupi ketakutan yang tak pernah ia akui. Lalu ada Mahzan Rafiq Al Muaffaq-siswa kelas dua SMA yang dikenal pendiam, dan tenang. Putra pemilik pesantren dan seorang dokter ini tumbuh dalam nilai-nilai agama yang kuat. Ia merupakan murid kebanggaan guru. Mereka dipertemukan di SMA. Dalam riuhnya masa remaja, Maura jatuh hati lebih dulu. Ia tak menunggu waktu terlalu lama untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi Mahzan menolak-bukan karena tak ada rasa, melainkan karena ia tahu, cinta tak cukup hanya dengan saling suka. "Aku bukan tak ingin, Maura. Tapi kita punya Tuhan yang mengatur waktu. Dan saat ini, belum waktunya kita jadi satu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines