DELUSI

DELUSI

  • WpView
    Reads 1,042
  • WpVote
    Votes 384
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Mon, Mar 15, 2021
Anna Stefanny Prawidja adalah seorang murid yang selalu ceria, pintar dan cantik. Ia terlahir dari keluarga kaya raya. Namun suatu ketika, keluarganya bangkrut dan seluruh harta dan asset keluarganya disita. Dave Abdi Prananta adalah seorang murid yang cenderung pendiam. Pintar, kaya dan juga tampan. Banyak para gadis yang mengaguminya, namun tak satupun dari mereka yang dapat memikat hatinya. _______________________ "Dave, kumohon!! Panjatkan pohon mangga itu untukku!!" Ujar Anna merengek sambil menarik-narik kaki baju Dave. "Kau sudah jelas tau aku tak pandai dalam hal itu?!" Ujar Dave mulai jengah. Anna memberenggut. "Ayolahhh!! Demi bayiku!" Dave terpaku mendengarnya. Raut wajah nya berubah gelap. Ingin rasanya ia berteriak 'Mengapa kau tak menyuruh suami mu saja?!' Namun lelaki itu hanya menjawab dengan pasrah "Baiklah, buatkan aku Moccaa sebagai gantinya." Lelaki itu akhirnya pasrah dan memanjat batang pohon mangga dengan susah payah. Demi keinginan istri orang lain yang akan ia bahagiakan.
All Rights Reserved
#3
forgive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yesterday Lies
  • Find A Way to My Heart (SUDAH TERBIT)
  • FLEUR ✓
  • Hening Dalam Luka
  • JADE
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Archetypal [Terbit]

Dia bersikap seolah aku adalah miliknya sejak kami SMA, Bahkan setelah bertahun - tahun kami tak bertemu. Dia selalu menganggap uang dapat membeli kebahagaiaanku. Dia selalu.. memberiku uang tanpa kuminta, agar aku tetap bersamanya. Setelah apa yang telah kulakukan dahulu..cinta, tubuh, dan waktuku.. ia melakukan hal terburuk yang pernah kualami sepanjang hidupku. Hanya karena ia Kaya. " Kau yang melakukannya bukan!!? Kecelakaan Ibuku, Hutang itu, dan Beasiswaku!! " "... " Ia hanya menatapku dingin tak bergeming dengan pukulan keras tanganku di dadanya. Menangispun tak membuatnya bersimpati padaku. " Bagaimana bisa kau melakukannya padaku?!. " " Pikirkan tawaranku sebelumnya. " Ia berjalan pergi, melemparkan sebuah kartu nama ke wajahku, bertuliskan sebuah alamat jelas terpampang. A. K Residence. Tempat yang menyimpan luka tak berujung dalam dadaku . Kenangan indah itu, omong kosong. "Jika aku tahu kau seperti ini! Aku takkan pernah mau terlibat denganmu sejak awal!! kau menghancurkan hidupku, harapanku, mimpiku! " Menangis sendirian, ketika ia pergi melangkah tak membalikan tubuhnya untuk sekali saja, melihatku tak berdaya terduduk di lantai. ~~~~~~~~~~~~~~ Genre Angst . Enjoy!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines