DELUSI

DELUSI

  • WpView
    přečtení 1,066
  • WpVote
    Hlasy 384
  • WpPart
    Části 17
WpMetadataReadDokončeno pon, bře 15, 2021
Anna Stefanny Prawidja adalah seorang murid yang selalu ceria, pintar dan cantik. Ia terlahir dari keluarga kaya raya. Namun suatu ketika, keluarganya bangkrut dan seluruh harta dan asset keluarganya disita. Dave Abdi Prananta adalah seorang murid yang cenderung pendiam. Pintar, kaya dan juga tampan. Banyak para gadis yang mengaguminya, namun tak satupun dari mereka yang dapat memikat hatinya. _______________________ "Dave, kumohon!! Panjatkan pohon mangga itu untukku!!" Ujar Anna merengek sambil menarik-narik kaki baju Dave. "Kau sudah jelas tau aku tak pandai dalam hal itu?!" Ujar Dave mulai jengah. Anna memberenggut. "Ayolahhh!! Demi bayiku!" Dave terpaku mendengarnya. Raut wajah nya berubah gelap. Ingin rasanya ia berteriak 'Mengapa kau tak menyuruh suami mu saja?!' Namun lelaki itu hanya menjawab dengan pasrah "Baiklah, buatkan aku Moccaa sebagai gantinya." Lelaki itu akhirnya pasrah dan memanjat batang pohon mangga dengan susah payah. Demi keinginan istri orang lain yang akan ia bahagiakan.
Všechna práva vyhrazena
#19
dreamer
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Archetypal [Terbit]
  • Yesterday Lies
  • Find A Way to My Heart (SUDAH TERBIT)
  • Hening Dalam Luka
  • My Duchess / End
  • Gupta

[WARNING! 18+] [DISTURBING, VIOLENCE, TRIGGER CONTENT!] * Apa yang istimewa dari hidup? Jika pertanyaan itu diberikan pada Ruby, maka jawabannya tidak ada. Memang tidak ada yang istimewa. Berkabut kelabu semua. Rumah, tempat yang seharusnya jadi sahabatnya untuk terus hidup itu sudah lama rusak. Keluarga, yang seharusnya jadi lentera juga sudah lama padam, yang tersisa hanya dingin, beku, dan sesak. Jadi, semua hal di dunia ini bagi Ruby hanya susunan konstelasi kosong yang sudah lama mati dan gelap gulita. Hingga siang itu, di bawah pohon rambutan tua itu, seorang anak laki-laki seusianya datang menyerobot duduk di samping Ruby seperti orang gila---atau mungkin memang demikian karena ini rumah sakit jiwa. Dia mengulurkan tangan dan berkata, "Aku Navi Renggana. Kenapa wajahmu ditekuk terus? Mau bercerita? Tenang saja, aku ini orang gila." ©️Mayaothra 240721

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu