Jejak Aksara

Jejak Aksara

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 10, 2021
Teruntuk hati yang sedang belajar menerima, masih mampukah menerima takdir yang kian hari kian membuatmu merana? Hidup itu bagaikan pelampung, di tengah-tengah lautan, namun tak bisa tenggelam. Rencana hidup terbagi menjadi dua. Pertama, berlayar menggunakan peta dan mencapai pulau (tujuan) yang di inginkan. Atau yang kedua, berlayar tanpa peta, menelusuri lautan, terdampar di pulau yang tak berpenghuni, namun selalu menemukan kejutan di setiap pulau yang di singgahi. Rencana hidup kita berbeda, jadi jangan bandingkan dengan orang lain.. Hi, are you okey?
All Rights Reserved
#38
cita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Tak Bertuan
  • Vide et Crede x 30 DWC 2019
  • SADRAH ✔️ (Part Lengkap)
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • impLOVEssible ✔ [ Sudah Terbit ]
  • Imam Hati ✔️ (Part Lengkap)
  • UNREQUITED LOVE
  • Destiny In A Couple Time
  • CERPEN (END)
  • Renjana

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines