senja di matamu

senja di matamu

  • WpView
    LECTURES 16
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., févr. 13, 2021
di sinilah aku sekarang,,berjalan menyusuri jalan yang sudah mulai lengang.pukul 08:04 malam,,tak biasanya jalanan sepi.aku coba fokus pada ponselku.menghubungi seseorang d sebrang sana.berharapjemputanku akan segera datang .namun,mengecewakan.nomor tujuan ku sibuk,selalu seperti itu.tak apa,sudah biasa.bahkan aku hafal jam jam seperti ini dia akan sibuk bersama kekasih nya."haaaaah,I hate you"teriakan ku menembus keheningan..selalu saja seperti ini.aku harus menunggu ayah ku menjemput sampai larut malam.tidak kah dia tahubahwa aku lelah setelah seharian beraktifitas."ting tong".ponselku berdering.menandakan pesanmasuk.aku membukanya dan seperti dugaan ku,ayah ku tak bisa menjemput. DADDY CHAT: "honey,daddy ada urusan di rumah tante finka,sebentar lagi kak johans akan menjemputmu.jangan beranjak dari lingkungan sekolah ". sudah kuduga .pasti dia lebih memilih menghabiskan waktu bersama tante finka.tak apa,aku maklum.setelah ayah ku pergi keluar kota untuk urusan peker jaan mereka memang lama tidak berjumpa.mungkin merekasaling merindukan.begitupun aku.aku rindu daddy. akhir nya aku memutuskan untuk menunggu ka johans .dia akan menjemputku katanya. "sekarang coba lihat,aku sudah memperhatikan musejak tadi.mungkin kamu butuh tumpangan untuk pulang".apalagi ini,dios.dia melipat kedua tangan nya di depan dada sambil melihat ke arah ku. aku hanya diam.berpura-pura tak melihatnya.menyebalkan."harus berapa kali aku katakan,bahwa aku ingin menjagamu jessi.ini sudah malam,dan kamu belum ada yang menjemput.aku ingin mengantarmu".kini dia duduk di sebelahku dan menggenggam tangan kanan ku,aku menepisnya. oh tuhan,kutuk dia. **** HAY GUIS BARU AWALAN NI jadi ceritanya belom keliatan😁 POKONYA PANTENGIN aja terus dah 😉
Tous Droits Réservés
#110
semoga
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • flashback~
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Thank You For Everything [BoelxYaya]
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • TIME will TELL {On Going}
  • DEANDRA (Dangez Gang)
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu