We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Insan dalam Ketiak Dunia

Insan dalam Ketiak Dunia

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 5, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Individualisme menjadi identitas yang lekat mendominasi masyarakat urban. Belenggu apatis dibalut senyum sebagai pemanis yang juga menyertai khawatir tertandingi rekan sendiri. Menurut sebagian orang hidup itu kolaborasi, namun nyatanya tanpa mereka sadari, hidup hanya dijadikan ajang kompetisi. lantas apa yang kau cari? kebahagiaan? pembenaran atas orang lain? Jika demikian, tertawakan dirimu kawan. Tarikan dan hembusan nafasmu hanya dihidupkan oleh apresiasi orang lain, atau bahkan sekedar dihidupkan dari upaya memenuhi ekspektasi orang lain. "KEPENTINGAN ADALAH JALAN NINJAKU!" -Manusia
All Rights Reserved
#249
sosial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENJA UNTUK ALESHA
  • "Dia Nakula"
  • future destiny for antagonis
  • TRANSMIGRASI??BODO AMAT!!! [END]
  • Quant (On Going)
  • I'am Viola
  • Antologi Cerpen Hitam Atau Putih
  • Bagian Kosong [COMPLETED]

Hai, namaku Alesha Zahrasyla. Sengaja ku tulis cerita ini untuk mengenang orang-orang berharga yang pernah ada di beberapa episode hidupku. Di episode pertama, kalian akan menemukan Jihan. Dia sahabatku. Dia humoris, humble, tapi terkadang karakternya tercipta dengan sedikit berlebihan. Di episode kedua, kalian akan menemukan seseorang yang sebenernya aku sangat menyayanginya, tetapi aku sangat bertolak belakang saat dia kembali lagi bersamaku, aku sangat kecewa kepadanya. Di episode ketiga, kalian akan menemukan sosok yang sangat aku cintai dan aku berharap bahwa dia dan aku akan saling mencintai lebih lama. Di episode terakhir, kalian akan menemukan sosok Alesha yang begitu kacau dan tak tau arah. Dan di situlah bagian dari cintanya muncul, meyakinkan bahwa dirinya harus tetap hidup dan tumbuh sebagai ungkapan syukur dari beberapa episode yang sempat ia kufuri kenikmatannya dari sang Pencipta. "Cinta itu tulus, tidak mengharap imbalan, juga tidak diperhitungkan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines