Generation Why (?)#10 Shoot [END]

Generation Why (?)#10 Shoot [END]

  • WpView
    Reads 306
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Tue, May 11, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kadang aku memiliki pertanyaan untuk orang dewasa. Apakah enak menjadi dewasa? Lebih baik mana, menjadi pria dewasa atau remaja? karena di usiaku yang ke-16 tahun ini, aku merasa muak menjadi seorang remaja laki-laki. Aku ingin menjadi pria dewasa. karena tak ada lagi aturan yang harus kupatuhi dari orang tuaku. Aku akan bebas menjalani hidup yang kuinginkan. Tapi, aku juga bertanya-tanya, kenapa orang-orang dewasa disekelilingku terlihat tidak bahagia? Begitu juga dengan tetangga rumahku. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi ketika kita menjadi dewasa? Cover by canva Start 130221 Finish 150221
All Rights Reserved
#959
generalfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah untuk Hatiku [SELESAI]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Cintaku Megalodon (SELESAI)
  • Di Setiap Do'aku Terselip Namanya (SELESAI)
  • One Plus Three
  • [21+, Dewasa] Di Antara Dada dan Tulang Selangka
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

Setelah tak ada cinta yang kudapati di rumah, aku selalu berharap, suatu saat nanti jika aku mencintai seseorang, aku ingin dia mencintaiku sepenuh hati. menjadikan dia menjadi rumah untuk hatiku yang kosong mungkin akan menjadi jalan bahagiaku. Aku tak mudah jatuh cinta. Karena yang kutemukan, cinta sering berkhianat dan saling menyakiti, seperti yang pernah kusaksikan antara ayah dan ibu. Kebencian di hati manusia bisa menguar kapan saja. Aku tak menginginkan kejadian serupa di hidupku. Aku ingin bahagia bersama orang yang kucintai dan mencintaiku selamanya. Hingga suatu hari aku bertemu dengan orang yang menurutku tepat untuk membuat cita-citaku untuk bahagia menjadi kian nyata. Namun, ternyata tak semudah itu. Aku dan siapa pun tak bisa hidup di dua dunia sekaligus. Ketika dituntut harus memilih, inilah awalku harus memulai petualangan. Mencari rumah untuk hatiku, rumah bahagia yang kuimpikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines