Saat dunia menjadi sedingin kutub utara, tak ada lagi rumah untuk ditinggali, karena kamu tidak hadir di sana. Tidak ada lagi kata kita, hanya ada aku dan kamu yang kini telah terpisah. Aku dan kamu sungguh aneh. Terikat oleh rasa beratas namakan cinta hanya dengan menjalin kasih dalam hubungan virtual. Tidak pernah bertukar kata dalam telepon. Tidak pernah pula bertukar potret manis. Hanya saling melukis romansa melalui rentet kata.
Kisah ini kutuang secara nyata melalui relung hati terdalam. Bukan tanpa alasan, namun sekedar ingin mencurah rasa ini yang seolah tidak pernah padam. Barangkali suatu hari nanti kamu bertemu kisah yang kutulis dalam dunia jingga ini. Aku ingin kamu tahu, seberapa dalam aku jatuh padamu, dan seberapa besar aku ingin memilikimu secara nyata.
Kamis, 18 Februari 2021
Spin off Arunika's World dan SHAGA
BISA DI BACA TERPISAH
FOLLOW SEBELUM MEMBACA
***
"Lo mau nggak pacaran sama gue?" Snowy.
"Gue nggak mau pacaran sama lo. Gaya pacaran kita beda. Gue nggak suka main di luar, gue lebih senang habisin waktu di rumah. Kencan? Nonton? Malam mingguan? Chating 24 jam? Telponan sampai ketiduran? Nggak ada, gue nggak bisa. Gue lebih senang kurung pacar gue di kamar, nonton, ciuman, pelukan, sampai ketiduran. Udah," jelas Aghas, mata cowok itu menatap lekat mata Snowy yang berkedip-kedip lugu.
Snowy terdiam, jadi Aghas pacarannya begitu? Kurung pacarnya di kamar, tahu-tahu bunting pas keluar? Astaga! Kenapa cowok itu bringas sekali?
Satu tangan Aghas menyentuh dagu Snowy, mencapitnya lembut agar gadis itu mau menatapnya. Selama beberapa detik, Aghas nikmati kesalah tingkahan gadis itu atas tindakannya. "Jadi gimana?"
"Gimana apa?"
"Mau nggak pacaran sama gue?"
***
April, 2022.
Destharan.
Cover by taasdesign.