psikopat Polos Dan Lugu

psikopat Polos Dan Lugu

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 15, 2021
Dalam sebuah gubuk jerami terdengar jeritan ketakutan dan kesakitan dari seorang perempuan yang disiksa, "Tolong....."teriak perempuan tersebut karena tangannya dedang di potong-potong oleh eeorang pria. Dan diluar seorang gadis sedang ngosngosan karena dikejar seekor anjing membuat ia berlari entah kemana dan jadilah dirinya tesesat. "Tolong...."mendengar teriakan seorang minta tolong membuatnya ia was-was karena ia sekarang berada entah dimana dan membuatnya berfikiran negatif. Suara minta tolong terus terdengar dan seperti sedang tersiksa membuat sang gadis merasa penasarab dan mulai mencari asal teriakan minta tolong yang ia dengar dan sampai di sebuah depan gubuk jerami yang teriakan semakin keras. Dan seketika gadis tesebut membuka pintu dan mengintip dicelah pintu tersebut dan melihat seorang wanita berlumuran darah dan seorang pria yang memegang pisau yang berlumuran darah di tangannya,wajah pria tersebut tidak kelihatan karena keadaan gelap dan hanya diterangi cahaya bulan. Gadis tersebut terus menontonnya sampai suara dari wanita tersebut sudah tidak terdengar dan ia merasa tertarik dengan apa yang dilihatnya tadi,setelah melihat ada pergerakan dari pria dewasa tersebut membuat gadis tersebut bersembunyi di balik pohon besar dan langsung kabur. PENASARAN DENGAN LANJUTANNYA !!! TAMBAHKAN DI PERPUSTAKAAN KALIAN READERS YANG MERASA CERITANYA BAGUS:) JANGAN LUPA VOTE :) DAN FOLLOW AKUN WHATPAAD AUTHOR : v CERITA PERTAMA AUTHOR TENTANG PSIKOPAT
All Rights Reserved
#281
lugu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • DESTINY FOR DARKLAND
  • Voices In The Ocean : Cursed Man, Zale Merville [End]
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • KERLIP BINTANG CINTA
  • Effort ( COMPLETED )

Mereka bilang, jangan pernah main ke hutan itu saat matahari mulai turun. Bukan karena hewan buas. Bukan juga karena tersesat. Tapi karena... tak semua yang berdiam di sana adalah manusia. Di balik pepohonan yang menjulang dan semak berduri, ada satu rumah kosong. Sudah lama tak ditinggali, katanya. Tapi kadang- lampunya menyala. Tirai bergerak. Dan suara tawa terdengar di malam hari. Warga desa memilih bungkam. Anak-anak yang bertanya dibungkam dengan dongeng-dongeng: "Rumah itu milik orang kaya yang pindah ke luar negeri." "Sudah tak ada apa-apa di sana." "Jangan percaya cerita aneh-aneh." Tapi wajah mereka selalu tegang saat menyebutnya. Dan tak ada satu pun yang berani menjejakkan kaki ke tanah itu. Sampai akhirnya, pada suatu sore, Tujuh anak muda tertawa di antara rerimbun hutan, memainkan petak umpet tanpa tahu batas. Langit mulai redup. Angin berubah dingin. Dan salah satu dari mereka... menghilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines