Cover: Pinterest•
Sekeras apapun aku berjuang, tujuanku tak pernah berubah. Meski dihempas oleh waktu, meski luka terus terpaku, meski hampa sisi gelapku. Tapi, entahlah. Keegoisanmu dan keputusanmu saat ini masih menyisakan banyak pertanyaan, salah satunya.
'Kenapa harus seperti ini?'
°°°
Bukan kisah tentang sepasang remaja yang saling berbahagia, bukan juga kisah remaja yang menikmati masa masa SMA nya. Ini kisah tentang Vanilla. Seorang gadis yang dipaksa dewasa oleh keadaan, pertemanan, bahkan keluarga nya sekalipun ikut andil.
"Kamu egois! Apa kamu tau kalau aku bener bener lagi butuh kamu waktu malam itu? Tapi kamu enggak datang, Al" isak Vanilla dengan pilu, yang siapapun mendengar nya ikut merasakan betapa dalam nya tangisan gadis itu.
Cowok itu hanya diam dan menatap Vanilla sendu.
Vanilla terkekeh miris "Diam nya kamu aku anggap hubungan kita bener bener selesai, makasih untuk segalanya dan maaf udah jadi beban kamu selama ini"
"Kalau kamu kangen, kenapa kamu gak nyusul aja bunda kamu? Supaya kangen kamu hilang!"
"Itu udah takdir, pa. Kalau ada pilihan, Nesha bakal membiarkan Nesha aja yang di tabrak."
"Gue udah pernah bilang kan ke lo, jangan terlalu percaya sama seseorang. Termasuk sahabat lo sendiri."
"Lo tega, Viona. Gue bener-bener nggak nyangka."
"Jadi sekarang hubungan kita kayak gimana?"
"Kamu pantes dapetin cowok yang lebih baik dari aku, Sha."
"Raf, gue mohon lo tetap bertahan ya."
"Senyum dulu dong! Gue mau liat untuk terakhir kalinya senyuman manis lo."
PLAGIAT MENJAUH!!
⚠Don't copy my work.