Jaring Laba-Laba dan Pematahnya

Jaring Laba-Laba dan Pematahnya

  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 15, 2024
WpInfo
Poetry
Kalau kalian berjumpa dengan rumah laba-laba Jangan dihancurkan, ya? Lihat betapa indah pola yang mereka kaitkan Mungkin tampak sangat mudah dipatahkan Atau dengan ditiup saja akan hilang Tapi tidak Kalau kalian perhatikan Hujan tak pernah mampu menghanyutkan jaringnya, sederas apapun turun tetesannya / jaring laba-laba begitu kuat, sampai seseorang yang benar-benar berniat mematahkannya. Ini bukan satu prosa yang penuh alur atau amanah Hanya larik yang pernah membuat seseorang marah Atau diri sendiri yang berdarah Mengaitkan perumpamaan yang terlalu kuat sampai susah Kasatnya tak tersentuh tapi berasa menyayat parah Ini bukan kumpulan konotasi dengan banyak ulah Cuma beberapa kata tentang perasaan patah //tertanda, Sendayu Senja si payah.
(CC) Attribution-ShareAlike
#538
bait
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Tak Bertuan
  • Perihku Ditinggalkan
  • {PERKATA} Selesai
  • Dari Dialog Kita : Sebuah Puisi
  • save me
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Indonesian Poetry
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • KIARA [End]

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines