I'm (not) Bringer Of Death

I'm (not) Bringer Of Death

  • WpView
    Reads 1,414
  • WpVote
    Votes 294
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 19, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Pernah berada dihubungan pelik? Pernah memperjuangkan sesuatu tanpa ada imbal balik? Pernah mengalami frustasi dan ingin lari? Kalau iya, oke kita sama. Ditumpukan bab ini akan menceritakan bagaimana peliknya kehidupan gue yang..entah lah, rasanya siklus tawa dan duka benar-benar tidak mau lepas. Tapi gue juga bersyukur karena ketika gue mau jatuh sejatuh-jatuhnya, akan selalu ada orang yang percaya dan dukung gue. Lo pun juga harus sama, meski tidak pernah tahu kemana arah yang bakal lo tuju, Harus tetap bergerak. Yah.. Meskipun hanya berdasarkan alasan 'menunggu waktu buat pergi'. -Darel Ardiaz Rafardhan-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise Me ( END )
  • Inginku Memilikimu
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • My Duchess / End
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Surrogate Wife [END]
  • [END] Blind Rainbow
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • ALFAREZI [On Going]

[FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA] Judul sebelumnya My Frist Love, sekarang menjadi Promise Me ___________ "Bapak. Satu kata sejuta makna." -Sekar Ayuningtyas. --------- "Setelah istri saya meninggal, saya yang merawat anak saya sampai sebesar ini. Dan sekarang tugas saya akan digantikan kamu sebagai suami, Ayu." Aji menatap lelaki yang duduk di hadapannya. "Pesan saya, apapun yang terjadi jangan sampai kamu melukai Ayu, entah itu secara fisik atau bukan. Dan kalo seandainya kamu sudah tidak ingin bersama Ayu lagi, kamu datang ke rumah saya dan kembalikan Ayu secara baik-baik pada saya. Maka saya akan menjaga Ayu kembali layaknya seorang Ayah." __________ Lelaki itu tersenyum tipis. Ia mendekatkan bibirnya di telinga istrinya hingga membuat pipi keduanya bersentuhan. "Kamu tahu, sesuatu yang kamu yakini itu baik udah pasti yang terbaik buat Mas. Sekalipun itu terdengar menyakitkan, Mas akan nikmati rasa sakitnya," ujar Zayyan lembut diakhiri dengan sebuah ciuman di pipi Sekar. ___________ WARNING⚠️ •> Dilarang keras plagiat! Jika di antara kalian melihat cerita yang sama dalam segi alur, jalan cerita dan hampir keseluruhan, atau dalam bentuk apapun. Kalian bisa langsung DM. •> Ambil sisi positifnya, buang sisi negatifnya! Jika cerita ini tidak membuat kalian lebih baik, atau bingung dengan nilai moral di dalamnya. Maka nggak usah lanjutin baca! •> Saya selaku Author cerita ini masih banyak banget kekurangan. Cerita ini dibuat bukan semata-mata ingin menegur kalian atau apapun, tapi cerita ini juga untuk menegur diri saya sendiri untuk lebih baik. Jadi sama-sama belajar ya. •> Cerita ini murni hasil pemikiran saya sendiri! Jika ada kesamaan nama tokoh atau latar tempat itu hanya kebetulan semata saja. Mohon bijak dalam berkomentar! Cover : by Pinterest. Jangan lupa follow : Ig : @ayyriis_ & @uknown8_ Tiktok : @ayyriis_ Happy reading ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines