Apa jadinya kalau kamu tiba-tiba disuruh menikah oleh orang tuamu, dan yang lebih parahnya kamu dinikahkan dengan seorang laki-laki sedangkan dirimu sendiri juga laki-laki.
Aku benar - benar tidak mau menikah dulu sekarang ini, pikirku. mama langsung menangis. Aku sama sekali tidak bisa lihat mama nangis.
"Ya sudah, terserah mama dan papa", kataku frustasi.
"Gomawo Jaehyunie", kata mama lalu langsung menuju kearahku dan langsung memelukku.
"Tapi aku harus bertemu dulu dengan calon istriku, kataku.
"Kamu sudah pernah melihat nya dirumah sakit, malah dia sering memeriksa keadaanmu dirumah sakit, kata mama lagi.
"Jinjaa..???", tanyaku.
"Iya Jaehyun."
"Siapa namanya?", tanyaku.
"Cha Eunwoo", jawab mama kemudian.
"MWOO??????", teriakku dengan sangat keras.
"Maksud mama papa, aku harus nikah dengan dokter Eunwoo, terus dia lelaki sama kayak aku? Andwe....., aku masih normal, aku tidak mau", jawabku menolak.
"Tapi dia sudah menyelamatkan nyawamu Jaehyunie, kata mama.
"Terserah, aku tetap nolak, aku masih normal ma, aku masih menyukai wanita", kataku.
'Sehun-ah kuharap hidupmu baik-baik saja.'
'Yeonnie... Aku berjanji akan mencari yeoja yang lain tapi tidak sekarang. Mianhae... karena aku kau jadi terluka dan karena aku juga kau menyimpan perasaanmu seorang diri. Mianhae...'
'Andai waktu bisa diulang, aku tak ingin ada perasaan yang muncul dihatiku kalau saja akhir-akhirnya sangat menyiksaku.'
'Andai waktu bisa diulang, aku tak ingin memiliki sahabat seorang yeoja yang ujung-ujungnya menjadi cinta. Cinta itu membuatmu saling melukai perasaan orang. Aku hanya ingin memiliki sahabat sesama jenis agar tidak saling menyakiti perasaan satu sama lain.'
'Andai aku terlahir kembali, aku ingin Park Jiyeon menjadi yeojachinguku sekaligus istriku kelak.'
'Andai aku terlahir kembali, aku ingin mempunyai anak seperti Oh Sehun karena namja itu begitu menyedihkan sehingga aku tak sanggup melihatnya.'