Perubahan Super Ejen [Ejen Ali FF]

Perubahan Super Ejen [Ejen Ali FF]

  • WpView
    Reads 124,587
  • WpVote
    Votes 5,707
  • WpPart
    Parts 58
WpMetadataReadOngoing7h 12m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 22, 2021
WpInfo
Fanfic
Cerita ini mengambil tempat selepas Ejen Ali The Movie. Selepas kejadian pemberontakan pinggiran, Ali tidak dibenarkan lagi memakai I.R.I.S, gadjet ciptaan ibunya. Walaupun hubungan Ali dan Alicia semakin baik, rakan² di Akademi M.A.T.A mula pandang serong kepada Ali dengan alasan Ali merupakan seorang pembelot. Sebagain kawan baik, Alicia membimbing Ali untuk menjadi Super Ejen seperti ibunya, Aliya. Satu persatu cabaran yang dialami Ali sepanjang dia berusaha menjadi ejen yang berkemampuan sama ada mental atau fizikal. Namun, semakin kuat, semakin banyak cacian dan makian yang Ali dapat. Sejak itu, sikap Ali berubah terhadap orang yang membulinya
All Rights Reserved
#58
sedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Once A Time
  • It's Our Day..
  • Cahaya di Langit Barcelona - Pedri Gonzalez
  • Sebelum Terlambat
  • Story writer
  • [Completed]DARKSIDE VS DARKSIDE  *SEASON 2*
  • RNA (Ravi, Navi, and Anna) with VIXX Family✔
  • The Chronicles of Della: Brainwashed Lady Adventure
  • BABY ANGEL || Junkyu
  • [C]✓Mrs. Maiq Hakimi
  • Obsession Husband
  • The Paradox: Darkest Night
  • Annoying Boy
  • Conquistador Vol. 2
  • GERHANA DI ANTARA DUA JIWA
  • Sei
  • The More You Gain, The Less You Have {Ejen Ali Fanfic}

Rasanya menyakitkan kala angin berhembus menerpa tubuhnya. Rambut panjangnya berkibar dan ia memejamkan mata. Menghirup napas dengan rakus seakan paru-parunya menyempit. Matanya kembali terbuka, menatap lurus langit hitam di atasnya. Tidak ada bintang. Bahkan bulan enggan muncul. Yang ada hanya gumpalan awan yang sesekali diterangi nyala kilat. Ia menelan ludah. Tangannya yang mencengkeram pagar besi sebatas pinggang di belakangnya perlahan melemah. Ia siap sekarang. Sangat siap untuk apapun yang menghantam tubuhnya di bawah sana nanti. Kedua bola matanya memandang ke bawah. Ramai oleh lampu-lampu mobil yang bergerak, juga terangnya gedung-gedung yang lebih pendek di sekitarnya. Tangannya terlepas, terentang lebar menyambut deru angin yang hampir merusak gendang telinganya. Ia memejamkan mata. Tubuhnya terayun ke depan...

More details
WpActionLinkContent Guidelines