My Prince
  • WpView
    Membaca 206
  • WpVote
    Vote 71
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mar 11, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Dia Langit dengan sejuta misteri. Dia lelaki yang mampu membuatku mengenal Cinta. Lelaki yang mempunyai senyum paling menawan dan tak terlupakan. Lelaki itu, Langit, Pangeran yang dikirim Tuhan untukku. Benar, Langitku amat sangat berbeda, Langit indah yang selalu menyimpan beribu rahasia. "Langit, lihatlah! Indah! Langitnya sangat cerah, biru menawan." "Kalau begitu tataplah langit yang indah itu, karena esok tidak akan ada lagi langit yang sama seperti hari ini." Aku menatapanya sejenak, menelusuri mata coklat tajamnya. Mencari tahu makna dari kalimatnya. Dia hanya terdiam sembari menatap langit dengan mata kosong. Namun dia kemudian menatapku, mengalihkan semua perhatiannya padaku. Dan dia tersenyum... 020321 #101-langit Star: 180221
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Langit Biru [END]
  • Langit Senja [end]
  • POSSESSIVE GALAKSI | Terbit
  • AURORA
  • LANGIT
  • Catatan Senja (TAMAT)
  • 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • LANGIT untuk SENJA [FINISHED]

Sinopsis : Biru mencoba melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapannya tapi hasilnya tetap sama. Tatapan yang sama. Raga yang diam. Pikiran yang kelayapan. Jiwa yang dipenuhi kerinduan. Laila tersadar dari lamunannya, saat wajah Biru tepat berada di hadapannya. "Apakah kau menyukai langit biru?" "Sampai-sampai apapun yang ada di sekitarmu kau begitu tidak peduli" "Menurutmu, apa yang indah dari langit biru?" ucap Biru pada Laila yang kini tengah menatapnya. Laila tidak mengucap sepatah kata pun. Ia berusaha untuk berdiri dari duduknya. Dan ia sama sekali tidak berpikir untuk menjawab pertanyaan beruntun yang terucap dari mulut Biru. Tak lama dari itu, pandangannya berubah menjadi kabur. Langit biru tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah ruangan dingin yang begitu gelap. Laila pingsan di hadapan Biru. __________________ Tiga per dua diperoleh dari kesadaranku. Sisanya hanyalah angan tentang kenangan. ~Laila Buktinya, kamu sama sekali tidak bisa melepaskan ingatan tentang kenangan itu bukan? Ya, ia abadi dalam hati ~Maria Apa yang indah dari langit biru??? ~ Biru

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan