Ning Nabila

Ning Nabila

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 15, 2021
Blurb : Seakan menjadi dejavu. Kisah yang pernah dialami oleh Ummahnya, juga dialami Nabila. Sama-sama terlibat cinta putra seorang Kiai, memaksa Nabila mengulang kembali sejarah tentang cinta segitiga. Berawal dari saat Nabila Zafira menyantri di pondok pesantren Darrul Qur'an, takdir menuntunnya bertemu Muhammad Bilal Al Khafi. Putra Kiai tempat ia menyantri. Namun seolah sudah tradisi yang mendarah daging, Bilal dijodohkan dengan anak teman Sang Abah. Perang batin melanda, di saat Nabila harus memilih, mengiyakan niat Bilal memperjuangkan cinta mereka dengan menolak perjodohan tersebut, atau merelakan Bilal untuk Nadira, gadis yang dipilihkan orang tua Bilal yang tak lain adalah adiknya dari Ibu yang berbeda. Namun tetap ada darah yang sama yang mengalir dari seorang Kiai Abdulah. Ayah kandung yang tak pernah lagi hadir dalam hidupnya. Akankah kisah lalu Sang Ummah menjadi kisah di masa depan Nabila? Maju memperjuangkan rasa bersama Bilal, atau mundur ganggu terakhirrumahnya di Ummahnya dulu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • JATUHNYA CATATAN MALAIKAT RAKIB (TAMAT)
  • Ning Nabila [SUDAH TERBIT✔]
  • Assalamu'alaikum, Ya Habibati (On Going)
  • Jalan Taubat Menuju Sakinah
  • Ranup Lampuan ( ID)
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Indahnya Persahabatan Menuju Cinta (SEDANG DI REVISI).
  • Dikhianati Tuhan

"Yayah! Mau kan jadi Yayah benelannya Aila?" tanya Aira dengan begitu gemas. Fadhil tersenyum lembut sambil mengusap puncak kepala gadis kecil di gendongannya. "Tanya Bunda kamu, mau apa tidak menikah dengan Yayah kamu ini?" Nayara yang berdiri tak jauh dari dua orang itu menunduk dalam. Ia meremas ujung jilbab panjangnya karena lontaran kalimat dari lelaki yang baru-baru ini hadir dalam kehidupannya dan putrinya. _____ Aira itu seperti matahari, dia bersinar menerangi setiap kegelapan dalam hidup Nayara. Aira telah membawa cahaya yang sedikitnya memberi Nayara alasan untuk kembali menjalani kehidupannya dan mencoba melupakan masa lalunya. Di sisi lainnya, bagi Fadhil kehadiran Aira dalam hidupnya adalah anugerah terindah dari Tuhan. Sebab gadis kecil yang menggemaskan itu telah menuntunnya menuju matahari yang dirinya cari untuk menyempurnakan harinya. Aira adalah perantara yang di kirim Tuhan untuknya agar bisa bertemu seorang perempuan sederhana yang ia yakini akan menjadi penyempurna ibadahnya. _____ "Mas, Aya boleh bertanya sesuatu?" Perempuan dengan balutan mukena itu menatap penuh harap pada sosok lelaki yang kini duduk bersila di hadapannya sambil memegang mushaf Al-Qur'an di tangannya. "Tentu boleh, tidak ada larangan. Jadi istrinya Mas ini mau bertanya apa hm?" Lelaki itu sedikit mencondongkan tubuhnya lebih dekat. Menunggu pertanyaan apa yang akan istrinya tanyakan. "Kenapa Mas sangat suka dengan surah Asy-Syams?" tanya sang istri. Lelaki itu tersenyum lembut sambil menatap lekat mata istrinya. "Asy-Syams yang artinya matahari. Mas senang dengan nama itu, karena nama itu mengingatkan Mas kepada kamu dan Aira. Kalian seperti matahari yang cahayanya telah menyentuh hati Mas. Dan sebagaimana matahari telah menyempurnakan hari. Seperti itulah kamu dan Aira telah menyempurnakan kehidupan Mas." _____ Ayo di baca beberapa part aja dulu. Siapa tahu kamu tersentuh(◠‿◕)

More details
WpActionLinkContent Guidelines