Story cover for Unchanged by yyurisa
Unchanged
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 29
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 29
Ongoing, First published Feb 15, 2021
Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat. Ulfa pun tidak habis pikir, bagaimana bisa dia belum move dari Evano, teman SMP-nya, padahal sudah selama itu?

Atas keputusasaannya, dia mencoba cara baru untuk move on darinya.

"Cari yang baru, berusaha lupain yang lama sambil pdkt ke yang baru. Jadinya nyelam sambil minum air. Dengan kamu cari yang baru, kamu mudahin diri buat move on. Cari loh, ya, bukan nunggu. Selesai deh urusan patah hati. Kalau lupain doang, aku yakin sampai kamu lulus sekolah juga nggak akan kelar. Bener itu usaha, tapi makin banyak usahanya, makin cepat move on-nya."

Apakah dengan membuka hatinya pada yang baru-bukan. Ada yang harus ditanyakan lebih dulu.

Bisakah Ulfa menutup hatinya dari Evano?
All Rights Reserved
Sign up to add Unchanged to your library and receive updates
or
#47perlombaan
Content Guidelines
You may also like
The Boat of Blossoms by oceannaretta
35 parts Complete
Di sebuah kota besar yang ramai, tinggal seorang gadis muda nan cantik jelita, dengan mata yang memancarkan kerinduan yang telah lama ia simpan dalam hatinya. Namanya, Alena. Sejak usianya masih remaja, ia telah memendam perasaan terhadap seorang pemuda yang sering bermain ke rumahnya. Pemuda itu adalah sahabat sang kakak, seorang pria humoris yang lembut dalam tutur kata, dan manis dalam sikap, membuat hati Alena perlahan jatuh ke dalam pesona yang tak terhindarkan. Tahun demi tahun berlalu, dan perasaan itu semakin tumbuh dalam diam, menyelinap di balik tawa-tawa kecil dan pertemuan yang kian singkat. Setiap kali ia melihat senyuman pria itu-sebut saja namanya Atlanta-ada harapan kecil dalam hatinya, bahwa mungkin, suatu hari, Atlanta akan menyadari cinta yang telah lama ia pendam. Namun, waktu tak selalu berbaik hati pada perasaan yang tersembunyi. Alena hanya bisa menatap dari kejauhan, takut untuk mengungkapkan isi hatinya, takut akan patah hati. Akankah cinta yang terpendam selama hampir delapan tahun itu menemukan jalannya? Apakah Atlanta akan melihat Alena bukan hanya sebagai adik dari sahabatnya, melainkan sebagai seorang wanita yang hatinya penuh cinta? Dalam cerita ini, kita akan menyaksikan perjalanan dua anak muda yang dipertemukan oleh takdir namun dipisahkan oleh waktu dan keberanian. Akankah impian indah yang selama ini hidup dalam hati Alena terwujud, ataukah ia harus merelakan perasaannya pergi bersama angin yang berlalu? Kisah mereka adalah kisah tentang harapan, penantian, dan keyakinan akan cinta sejati. Mari kita nantikan, apakah kisah indah itu akan benar-benar terjadi atau tidak.
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
You may also like
Slide 1 of 9
All Eyes On Me cover
The Boat of Blossoms cover
Taken Slowly cover
ADYRA cover
Nona Vs Deka ✔ cover
AURORA cover
Don't Talk About Money cover
Best Friend Be Love {1} cover
INI CINTA BUKAN BENCI cover

All Eyes On Me

11 parts Ongoing

Pindah ke sekolah baru. Asa pikir hal itu akan sedikit mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Ia hanya ingin lulus SMA dengan tenang serta nilai yang memuaskan agar bisa tembus PTN jalur SNBP. Namun, angan itu hanya sekadar permen kapas di dalam air. Larut begitu saja. Ditambah kehadiran 'trio komika' yang sedang menyamar di jalan ceritanya, runyam sudah. Tidak ada antagonis di sini. Hanya ada dirinya dan masa lalu yang masih mengikat kakinya. Asa belum bisa bergerak dengan bebas sampai ia mampu melepas simpul tali itu. Setidaknya, itulah yang ingin Asa percayai selama ini.