viewpoint

viewpoint

  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 3, 2023
[KARANGAN SENDIRI !] [ORIGINAL!] Jika aku analogikan , ia seperti grand piano, hitam dan putih dalam satu tempat, aku terjebak di ambivalensi dan keindahannya memukauku. Tapi di sisi lain ia dingin, rumit, dan sulit kupahami dengan segala kebenciannya padaku. Apa aku diam-diam jatuh padanya ? Namun saat melihat sorot mata kelamnya, aku seakan tertarik ke masa lalu yang tidak berwana, rupanya dia menyimpan banyak cerita gelap tentangk, cerita rumit yang membuat sebuah tragedi yang tak berakhir sampai saat ini. Jika kalian berfikir kalau aku dan pria itu terhubung antara perjodohan , kalian salah. Tidak ada drama perjodohan , ia membutuhkan ku dan aku pun membutuhkannya karena "UANG". Terdengar sangat klise dan klasik bukan ...... °========° Jangan lupa kasih vote sesudah membaca yahh (•‿•) , terima kasihhh (≧▽≦) *Up di usahakan satu minggu dua episode (。•̀ᴗ-)✧
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Tokoh Utama
  • Aku, Kamu & Jarak
  • MAHENDRA
  • My favorite person
  • UNREQUITED LOVE
  • My Half Deen
  • Irene (On Going)
  • BALADA KEHIDUPAN
  • TAK BERSAMBUT

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines