Its Started with a Kiss

Its Started with a Kiss

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 17, 2021
Karena hati tidak perlu memilih, ia selalu tahu ke mana akan berlabuh_ Begitupula dengan Ana, ia tidak tahu kepada siapa cintanya akan ia berikan. Banyak pemuda yang datang silih berganti, menjanjikannya sebuah kebahagian. Namun, tak ada satupun dari mereka yang mampu menyentuh relung hatinya. Hingga ia dipertemukan dengan seorang laki-laki tampan dari kalangan biasa, tidak berharta dan tidak bertahta. Tapi mampu membuat hatinya bergemuruh kencang. Walaupun akhirnya, mencintainya tidak semudah yang dipikirkan. Ia harus rela merendah, bersaing dan juga menghabiskan air mata. Sesulit itukah? Lantas, bagaimana kisah cinta Ana sesungguhnya, mampukah akhirnya ia mendapatkan cintanya itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stolen Before Fallen
  • Erlangga
  • MY LAST DECEMBER
  • Almost Us
  • Izinkan sekali saja
  • Sesal Yang Terlambat
  • Dia, Cinta Sekaligus Luka
  • Promise
  • 𝐿𝑜𝑣𝑒 𝐼𝑠 𝐶𝑜𝑚𝑝𝑙𝑖𝑐𝑎𝑡𝑒𝑑 (𝐶𝑖𝑛𝑡𝑎 𝐼𝑡𝑢 𝑅𝑢𝑚𝑖𝑡) 𝐸𝑁𝐷
  • Tante Salsha

Ayla, tanpa sengaja harus terlibat dalam hubungan yang rumit dengan Nata, seorang siswa pindahan yang seringkali terjebak dalam situasi yang kian membuatnya penasaran. Tetapi siapa sangka jika rasa penasaran yang ia miliki justru berubah menjadi rasa nyaman, seolah ia telah lupa bahwa ada hati gadis lain yang masih ia tawan. Sungguh, kali ini ia mengaku lalai dan terperdaya. Tak hanya sekali keduanya mencoba saling melepas, menarik diri, dan kembali. Tapi apa daya jika hati justru saling tertaut akibat rasa rindu yang tak terpungkiri? "We have to stop." Nata menangis. Untuk pertama kalinya, air mata itu turun untuk perempuan selain ibunya. Sebelumnya Ia bahkan tak pernah menangis ketika kekasihnya mendua. Dunia pun mungkin ikut mencaci. Tapi, siapa yang sebenarnya ingin kau maki? Tolong, jangan mudah menghakimi apa yang kau sendiri tak jelas ketahui. Bukankah akan lebih baik jika kau mencoba memahaminya dari berbagai sudut pandang sisi? 🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines