Kehilangan menjadi hal yang tak dapat dipungkiri lagi dikehidupan, terlebih lagi hidup di tengah penjajahan. Enia harus kehilangan sosok kakaknya yang pergi ke medan perang dan sang ayahlah yang menjadi tulang punggung bagi dirinya juga sang ibu. Walaupun jarak menjadi pemisah, seringkali Enia berkomunikasi dengan ayahnya lewat surat. Lalu suatu hari dia menerima surat lain yang bukan dari ayahnya. Surat itu menjadi takdir bagi Enia untuk bertemu dengan sang pengirim surat. Akan tetapi, takdir itu bagai seekor burung terbang melintas sesaat di depan mata. *Sepenggal kisah cinta pada masa kehidupan yang penuh gejolak. *** [Di dalam cerita ini saya tidak menyebutkan suatu daerah apapun. Cerita ini murni hanya fiktif belaka.] Copyright©2017 by Amaliard Finish 09.01.2018
More details