BERANJAK [ON GOING]

BERANJAK [ON GOING]

  • WpView
    Reads 188
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 20, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Rasa sakit dan dendam yang terus bertahta membuat seorang gadis kehilangan segalanya, hingga suatu ketika dunia kembali menerimanya. Namun, Ia sadar bahwa dirinya tak lagi bisa menjadi warna indah seperti yang lain. Beranjak pun menjadi pilihan ketika ada, tapi hanya memberi luka.
All Rights Reserved
#202
goodboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Sebelum Luka
  • Laut Kelabu [Selesai]
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • SIRNA [TERBIT] ✔
  • 💞 CintaKu Tak Terbatas 💞 ✔ (Belum Di Revisi)
  • Gadis Dandelion
  • Delan [slow update]#SMW

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines