Terlambat Sebelum Memulai

Terlambat Sebelum Memulai

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 26, 2022
Cinta datang tidak terduga. Bahkan, sang pemilik pun tidak mengetahuinya. Semua terjadi begitu saja, tetapi membuat hati bergetar begitu hebat ketika melihat sang pujaan hati yang selalu didamba. Sejak awal, yang ada dalam benak dan logika adalah menyatakan rasa, memberi pengakuan bahwa sang pemilik benar-benar cinta. Namun, mulut tak pernah kuasa menyatakan rasa, tangan hanya mampu memberi perhatian diam-diam, dan mata hanya mampu memandang dari kejauhan. Hingga akhirnya, yang tersisa hanyalah air mata karena telah terlambat sebelum memulai menyatakan rasa. Sang pujaan hati telah memiliki pujaan hatinya sendiri.
All Rights Reserved
#831
bertepuksebelahtangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Because ILY [Completed]
  • Paradise
  • Elegi Rasa : Pergi
  • ANGIN HUTAN PINUS [TELAH TERBIT]
  • He is not My Best Friend (End)
  • Tangled Hearts
  • You Are Mine [Terbit]
  • Aderaga [ON GOING]

Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines