
benang benang dikepalamu masih kusut, kau coba urai tapi malah tambah kusut- akhirnya kau biarkan menjadi sampah yang mengendap dikepala. huft lihat kedua kantung mata itu ia bahkan jauh lebih luntur dari senyummu pulanglah, rawang bayang bayang itu disela ringkukan malammu, -iya, peluk lebih erat. tidurlah.. *haii, selamat memasuki tiap ruang ruang cerita yang saya ukir, semoga suka. selamat membaca!All Rights Reserved