Story cover for Ephemeral by farisyahsafitri
Ephemeral
  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Feb 15, 2021
"Ra, sorry, kita putus ya......."
      Butuh waktu satu hari untuk patah hati, tapi bertahun-tahun untuk menyembuhkannya. Darinya aku percaya bahwa, tidak ada hubungan yang sebenar-benarnya jika kita tidak menemukan seseorang yang tepat. Dan dia bukanlah seorang yang tepat untukku.

      Darinya, aku percaya bahwa setiap orang akan mendapatkan waktu menyedihkannya masing-masing, dan aku menunggu waktu itu untuknya. Sungguh, kurasa aku akan bahagia di kala melihatnya menjadi aku saat malam itu, Abian.
All Rights Reserved
Sign up to add Ephemeral to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
APRIL cover
Take A Break cover
Nathalia cover
INI CINTA BUKAN BENCI cover
When his name is cover
SWEET FIRST LOVE cover
ALFA [selesai] cover
Buku Harian Dan Sebuah Musim cover
Always Loving You cover
dokter tampan  cover

APRIL

15 parts Complete

"Oadhira katahuilah aku tidak pernah mati dalam hidupmu.saat kau menangis untukku disitulah aku akan selalu tersenyum menatapmu dari kejauhan" April adalah cowok paling misterius yang pernah ku temui di bumi ini, entahlah aku selalu berfikir apakah ada manusia lain yang persis seperti dirinya di bumi bagian lain, yang pasti aku selalu ingin berhenti menangis ketika melihat dia senyum ke arahku yang sedang bersedih. "April aku tau kau kesakitan saat berusaha menghibur ku dalam tangis,tapi kenapa kau bertahan saat aku membelakangimu bahkan mengabaikan mu, apa kau sekuat itu untuk aku yang tidak tau diri ini" "Oadhira sejauh apapun aku darimu saat melihatmu terluka aku takluk,air mata mu seakan memanggilku untuk menghapusnya, jangan menangis untukku" "Aku oadhira manusia terbodoh " "Oadhira aku selalu merintih kesakitan tiap malam penyakit ganas ini ingin meranggutku darimu, tapi sampai detik ini kau masih berhasil mengalahkannya, setiap aku bangun pagi hari aku seakan terpanggil untuk menemuimu di sekolah"