We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AMNESIA
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 5, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
persahabatan antara seorang lelaki dan perempuan memang acapkali melibatkan perasaan, sama seperti yg aku alami kepada sahabatku saka. Hari itu, saat usiaku genap 20 tahun, tepat dihari kelahiranku, Saka mengungkapkan perasaannya. Hari itu aku begitu bahagia, jantung berdegup kencang luar biasa, senyum mengembang mengikuti irama hati, Saka bukan hanya mengungkapkan perasaannya ia juga ingin melamarku. Rasanya udara sekitar lebih segar dari biasanya, saka bilang bahwa aku tak perlu menjawab apapun, katanya raut wajahku sudah melukiskan jawabannya. "bicaralah dan katakan jawabanmu saat aku datang bersama ayah dan bunda, aku ingin mereka mendengarnya" ucap Saka sebelum akhirnya berpamitan pulang. Namun, Tuhan berkehendak lain, semua tidak semulus dalam bayanganku, sebuah insident dialami Saka yang menyebabkan ia kehilangan ingatannya dan dari sinilah kisah ku dengannya berawal...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kuas,Cat dan Cinta
  • Home (Completed) (Repost)
  • LOVE MAZE - (V BTS)
  • Mencintai Sahabat Dadakan Ku
  • Merebut Senja [COMPLETED]
  • Ayesha Transmigration
  • Penjara suci
  • Terlalu rumit
  • The Story Of Aghea
  • MY SWEET BOY [SUDAH TERBIT}

Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines