Respirator [Selesai]

Respirator [Selesai]

  • WpView
    Reads 20,339
  • WpVote
    Stimmen 1,487
  • WpPart
    Teile 27
WpMetadataReadAbgeschlossen Mi., Sep. 1, 2021
WpInfo
Belletristik
Romantik
Proses Pengeditan [B R O T H E R S H I P] Gosipnya menyebar, secepat angin yang membawa dedaunan berguguran. Hampir satu sekolahan sudah mengetahui. Bahkan itu belum diberi keterangan dari pihak yang bersangkutan. Mereka langsung percaya begitu saja. Sagara sudah tahu semua. Soal 'berita' dirinya yang akan dikeluarkan dari sekolah. Itulah alasan mengapa sekarang dia berjalan sendirian, tanpa sang adik. Tadi malam setelah kabar baik dirinya mendapat pekerjaan, mereka bertengkar hebat. Sagara yang tiba-tiba mengeluarkan kalimat tajam. Bahkan dia sendiri mencoba berpura-pura tidak tahu kalau sang adik menahan sakit. Saat itu pikirannya hanya satu, dia memang seharusnya tidak ada, tidak lahir dan mempunyai hubungan dengan Devano. Kalau akhir ceritanya hanya dia yang menanggung sakit ini sendirian. "Bang Gara, jangan nyesel punya adik kayak Devano." Tidak. Sekalipun dirinya tidak dianggap dan diacuhkan, Devano masih tetap adiknya. Dan dirinya, Sagara, tidak akan menyesal terlahir menjadi Kakak Devano.
Alle Rechte vorbehalten
#180
dingchengxin
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • DANADYAKSA
  • About You And Me
  • IMAGINARY FRIEND
  • SEPARATED BROTHER [END]
  • Sejenak Luka
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • 𝐃𝐔𝐀 𝐖𝐀𝐉𝐀𝐇 𝐒𝐀𝐓𝐔 𝐍𝐘𝐀𝐖𝐀
  • RAVENDRA
  • DEAR MR.COLD
  • Kembar Bukan Kembar

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien