Story cover for Akasarium by ciaolav
Akasarium
  • WpView
    Reads 957
  • WpVote
    Votes 141
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 957
  • WpVote
    Votes 141
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Feb 16, 2021
"I can be whatever you want, but still can't be the only one."

Pada akhirnya, Kasa memang harus melepas Raychan, terlepas bagaimana tiga tahunnya dia habiskan bersama laki-laki itu. Namun, Kasa malah makin galau dan pusing menghadapi hari-harinya, hingga waktu memberi kesempatan pada Marka, si pemain gitar dari fakultas hukum.
All Rights Reserved
Sign up to add Akasarium to your library and receive updates
or
#251donghyuck
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
DREAM HOUSE cover
PENYESALAN (Lee Haechan)  cover
[MARKXHYUCK FANFIC] - CTRL+Z (Undo) | FIN ✔️ cover
BROKEN HEART (MARKHYUCK) cover
BAITING MY CRUSH cover
PERGI TANPA PILIHAN  cover
Love In Trouble : Harsa | HAECHAN ✔️ cover
Haechan is ours |ᴇɴᴅ s1| cover
MY ICE BOY!  |[MARK GISELLE]| cover
✓  out of the blue ♡ markhyuck cover

DREAM HOUSE

35 parts Complete

Sinopsis: Na Jaemin, mahasiswa teknik sipil tahun kedua, memilih tinggal di kos demi menjauh dari rumah yang selalu dipenuhi pertengkaran. Sejak kecil, trauma ditinggal orang tua saat lampu padam membuatnya membenci gelap dan kesendirian. Di kos sederhana itu, dia bertemu dengan enam pemuda lain yang menyimpan luka masing-masing. Mark Lee, mahasiswa hukum yang dewasa namun kesepian karena renggangnya hubungan dengan sang adik, Lee Jeno, mahasiswa teknik mesin yang dingin dan menutup diri. Huang Renjun, anak kedokteran yang penuh empati tapi menyimpan luka karena tumbuh di panti asuhan. Haechan, mahasiswa seni musik yang selalu ceria, menyimpan kesedihan yang tak pernah ia tunjukkan. Chenle, mahasiswa bisnis tahun pertama dan anak pemilik kos, selalu jadi penengah yang hangat. Dan Park Jisung, adik kelas yang polos dan hangat, membawa kebahagiaan dengan kasih sayang utuh dari keluarganya. Mereka tinggal bersama, bertumbuh, dan menyembuhkan luka masing-masing melalui tawa, tangis, pertengkaran, dan kehangatan keluarga yang mereka bentuk sendiri. Di balik pintu-pintu kamar yang berbeda, hati-hati mereka mulai menyatu-dan perlahan, Jaemin menemukan bahwa tidak semua rumah harus menyakitkan.