Story cover for Jeda by Zalza_dilla
Jeda
  • WpView
    Leituras 50
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 16
  • WpView
    Leituras 50
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 16
Concluída, Primeira publicação em fev 16, 2021
Izinkan aku 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳-
Meluruskan kaki, 
mengatur nafas yang semakin memburu.
Dan, membiarkan organ-organ tubuhku juga bekerja lagi dengan baik. 

Sejenak saja, izinkan aku-
Sebab, dalam mencari, menanti, dan mencintai, juga butuh persiapan yang cukup bukan? 
Maka dari itu, aku butuh jeda. 
Karena, seringkali langkahku salah arah. 
Seringkali, jalanku tak tersedia cahaya. 
Dan, lelahku juga seringkali bertanya ; 
kapankah aku akan sampai ke rumah?
Entah rumah singgah sementara atau selamanya. 






𝙽𝚘𝚝𝚎: 𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙙𝙞 𝙜𝙪𝙣𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 "𝘾𝙖𝙥𝙩𝙞𝙤𝙣/𝙡𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖." 𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙘𝙧𝙚𝙙𝙞𝙩𝙨 𝙮𝙖.☺
-ʜᴀᴘᴘʏ ʀᴇᴀᴅɪɴɢ
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Jeda à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#987sastra
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Aksara Tak Bertuan , de cahayakamila24
25 capítulos Concluída
Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)  cover
Poetry Sad  cover
Ombak Bintang || TXT [REVISI] cover
Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ] cover
New Mom! cover
Diriku Adalah Diriku [END] cover
ARLANDIRA (TAMAT) cover
Sampai Sini [End] cover
Aksara Tak Bertuan  cover
Diam cover

Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)

141 capítulos Concluída

Sebenarnya aku masih ingin mengejarmu, namun ku lihat kau tak ingin ku kejar. Tanpa sadar yang kau lakukan adalah untuk membuatku menjauh. Walau sulit, tapi aku akan berusaha jika itu inginmu. Apapun untuk kamu, selain itu aku tak mampu. Jangankan melupakan, mengikhlaskan saja aku belum mampu. Yang berat adalah merelakan bukan meninggalkan. Untuk saat ini aku tak akan mungkin meninggalkan, karena kamu yang akan terlebih dulu meninggalkan. Pergi, memberi sedih meninggalkan kenangan yang akan selalu teringat walau . Kau jauh disana. Aku tak janji, tapi aku akan menepati. Bukan, melupakan melainkan Merelakan...