Jodoh Terakhir Araya

Jodoh Terakhir Araya

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 26, 2021
Update satu minggu sekali, insyAllah. Perihal jodoh, kita tidak pernah tahu akan berjodoh dengan siapa. Sering kali, kita menduga seseorang itu jodoh kita. Namun nyatanya bukan. Itulah yang dirasakan Araya. 8 tahun menjalin hubungan dengan seseorang, nyatanya tak serta merta membuat mereka berjodoh. Rancangan pernikahan yang sudah di depan mata, harus kandas karena alasan yang tak logis. Laki-laki yang dicintainya tega membatalkan pernikahan di saat semuanya hampir rampung. Sakit? Tentu. Tak ada yang lebih sakit dibanding dikecewakan oleh seseorang yang amat dicintai. Sosok yang dicintai justru tega menabur duri. Sosok yang didamba, justru dengan sengaja membuat kubangan luka. Di saat Araya kecewa, justru Allah datangkan seseorang yang lebih baik dari laki-laki itu. Laki-laki yang membawanya menjadi manusia yang lebih baik. Akankah Araya berjodoh dengan laki-laki di masa lalunya?? atau justru dengan sosok baru ?? Araya Rafisha Ahmad-"Orang boleh pandai menyusun rencana, tapi rencana Allah jauh lebih layak dibanding praduga kita" Dion Wiraguna-"Setiap orang tentu memiliki alasan dibalik keputusan. Kita tidak boleh sepenuhnya menyalahkan atas apa yang dilakukan seseorang, sebelum mengetahui kebenarannya. Muhammad Al-Fatih Firdaus-"Salah satu risiko dari mencintai adalah mengikhlaskan." Sumber gambar: google dan pintrest
All Rights Reserved
#51
dion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Izinkan sekali saja
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • Mazoya Ananta
  • Tasbih Pengantar Jodoh ( Terbit )
  • The Baby is Mine
  • Simfoni Takdir ✔
  • Masjid Agung Kiai Ma'sum
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)

Bagi Laisha, setiap waktu yang dilaluinya adalah berharga. Begitupula 8 tahun yang sudah dia habiskan untuk menjalin hubungan bersama Tian-kekasihnya. Saat segala mimpi dan harapan-harapan telah terajut begitu manis dan indahnya, kenyataannya segalanya hanya berakhir menjadi kenangan. Meski sakit, Laisha berusaha ikhlas. Bagaimanapun perpisahan memang satu-satunya jalan yang harus dia pilih di antara perbedaan dirinya dan Tian. Sekalipun rasa cinta di antara keduanya masih sama besar kapasitasnya. Seakan tidak cukup hatinya dihancurkan akan kenyataan tentang jeda di antara dirinya dan Tian. Pun semua karena ia ingin menjalankan permintaan terakhir kakaknya. Yakni menjadi ibu dari keponakannya yang baru lahir dan juga istri sambung dari kakak iparnya. Laisha seharusnya menolak itu, namun saat melihat wajah penuh harap kakaknya dalam keadaan sekarat, ia hanya mampu mengiyakannya. Laisha sudah mengorbankan cintanya dengan merelakan Tian. Namun, apakah melakukan pernikahan paksa dengan Arkan adalah keputusan benar? Karena sampai kapapun, dia tidak akan pernah bisa menggantikan sosok Liana-Kakaknya. Mau tidak mau, Laisha harus menanggung segala konsekuensi dari keputusannya sendiri.Termasuk bagaimana cara Arkan memperlakukannya. Pria itu seakan tidak pernah menganggapnya ada. Mungkinkah Laisha bisa bertahan? Atau justru dia memilih menyerah dan berakhir dengan Bian yang mencintainya setelah Tian? "Kutahu, garis takdirku telah engkau putuskan, wahai semesta. Namun izinkanlah sekali saja kau berikan akhir bahagia untukku. Hidup dengan seseorang yang akan menjadi pendampingku selamanya." _Laisha_

More details
WpActionLinkContent Guidelines