AuristelaSham

AuristelaSham

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 11, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Auristela Allisya Lesham Shaenette, biasa dipanggil Stela. Seorang gadis cantik yang memiliki hidung tidak terlalu mancung, kulit putih, serta rambut yang hitam dan bergelombang. Kata sebagian orang, cinta pertama anak perempuan adalah Ayahnya. Ayah yang seperti apa? Yang memperlakukan putrinya sebagai Tuan Putri? Jika memang benar iya, maka Stela tidak akan pernah merasakan cinta pertamanya. Tidak hanya Ayah, Bunda pun sama. Tidak jarang dia berpikir untuk menyusul Ibu. Tetapi, hati serta batin menyuruhnya untuk bertahan. Jika malam saja membutuhkan bulan dan bintang untuk menyinari bumi, lantas bedanya dengan Stela apa? Ia pun sama, membutuhkan seorang yang dapat menjadi bulan dan bintang untuk menyinari kehidupannya. Bulan dan Bintang untuk Auristela.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Kisah Akala
  • 2 Abang Yang Ku Private
  • one day later(End)
  • Seleksi Ayah (Cerita Ouia)
  • Monochrome! [END]
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • M'Daza (di balik jendela) ✓
  • ALFHALETT
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines