Untuk Jiwa Yang Terluka

Untuk Jiwa Yang Terluka

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 3, 2021
Pernah ngerasain menasehati seseorang tetapi hal itu tidak diterapkan pada diri sendiri? Atau sering jadi tempat curhat seseorang sampai sampai bingung diri sendiri mau curhat pada siapa. Semua hal itu sudah menjadi makanan sehari-hari Nadara, si "Burung Dara" yang mencoba terlihat baik baik saja diluar namun didalam menyimpan begitu banyak luka. Apakah benar kita harus memprioritaskan diri sendiri dikala kita ikut merasakan kesusahan orang lain? Atau lebih memprioritaskan orang lain tetapi diri sendiri merasa kelelahan? Di ruangbangkit, kamu akan disuguhkan tentang pelajaran kehidupan yang sesungguhnya bersama Nada yang menyamar sebagai "Burung Dara", tempat bersandar orang lain.
All Rights Reserved
#25
nada
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Blue Sweater And The Blur
  • maybe in Another life
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Lembaran Luka | Jay Enhypen (END)
  • ANTARA KITA
  • Yang Sudah Tertakar tidak akan Tertukar
  • SURAT CINTA UNTUK DARA
  • Naura & Lukanya
  • TRAUMA

Pramudya Nawasena, semoga namaku mengekal dalam jiwamu, terkubur selamanya dalam perasaan sunyi dirimu. Kau yang tak berniat menyentuh cinta sekalipun, kau yang selalu berpikir bahwa hidupmu masih terlalu "nanti" untuk hal itu. Maka, biarkan aku menyerahkanmu pada cinta. Cara apa yang akan kau lakukan, sebijak apa dirimu akan memilih. Tuhan mengirim semerbak aroma Melati Mayasari yang selalu buram tentang apa yang ia pandang. Bisa kau membuatnya mengingatmu dengan jelas? Bisa kau buat rajut sweater warna birumu itu abadi dalam benaknya? Maka, sejauh mana kau menempuh perjalanan bersama sweater milikmu menjelajah dunia yang buram Puisi yang selalu kau tulis, sajak yang selalu kau lantunkan dengan alunan musik itu, apakah bisa membuat gadis dengan matanya yang Buram itu tersenyum? Mampu kah sajakmu menyelaminya? Dalam hidup Pramudya yang datar, kali ini ia diberi izin olen Tuhan untuk menawar hati seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines