SERPIHAN (Selesai)

SERPIHAN (Selesai)

  • WpView
    LECTURAS 4,039
  • WpVote
    Votos 145
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 27, 2021
Serpihan apa yang membuat kalian masih diingat? Serpihan hati kah? Serpihan luka kah? Atau serpihan masa lalu? Kalau serpihan masa lalu bearti sama seperti yang dialami oleh Ara. Mahasiswa sastra Indonesia ini merasa bahwa serpihan masa lalunya masih tertinggal di ruang hati. Sekecil apapun masalalu itu, sampai saat ini masih Aara simpan. Masih tersusun rapi di sudut hatinya. Kenapa hanya di sudut? Karena harapan Aara akan ada yang mengisi hingga sudut itu tidak terlihat. Tapi nyatanya sudutnya masih terlihat menganga sampai sekarang. Belum ada yang mampu menutupi sudut itu. Apakah Aara akan kembali dengan masa lalunya? Ataukah masa lalunya yang akan menjauh darinya?
Todos los derechos reservados
#17
barra
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cerita kita (Tamat)
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Halaqah Rasa
  • Semesta dan Arunika
  • Bed Mate
  • KENANGAN MANIS DI BANGKU SMP
  • Saat Cinta Tak Terucap

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido