SERPIHAN (Selesai)

SERPIHAN (Selesai)

  • WpView
    Reads 4,039
  • WpVote
    Votes 145
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 27, 2021
Serpihan apa yang membuat kalian masih diingat? Serpihan hati kah? Serpihan luka kah? Atau serpihan masa lalu? Kalau serpihan masa lalu bearti sama seperti yang dialami oleh Ara. Mahasiswa sastra Indonesia ini merasa bahwa serpihan masa lalunya masih tertinggal di ruang hati. Sekecil apapun masalalu itu, sampai saat ini masih Aara simpan. Masih tersusun rapi di sudut hatinya. Kenapa hanya di sudut? Karena harapan Aara akan ada yang mengisi hingga sudut itu tidak terlihat. Tapi nyatanya sudutnya masih terlihat menganga sampai sekarang. Belum ada yang mampu menutupi sudut itu. Apakah Aara akan kembali dengan masa lalunya? Ataukah masa lalunya yang akan menjauh darinya?
All Rights Reserved
#1
aara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bed Mate
  • [END] When the Stars are Tired
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Eccedentesiast
  • Halaqah Rasa
  • Antara Aksara dan Kata
  • Lembayung Terakhir
  • Saat Cinta Tak Terucap
Bed Mate

Andai yang mabuk-mabukan di barnya bukan Aruna, Mario tidak akan peduli. Namun karena yang berada di depannya adalah mantan tunangan dari sahabatnya, mau tak mau Mario akhirnya memutuskan untuk menemani. Niatnya tak lebih dari itu, tapi siapa yang menyangka bahwa pada akhirnya mereka tidak selesai di sana. Semesta seakan ingin bermain-main, mempertemukan mereka lagi dan lagi. Hingga akhirnya sebuah hubungan mereka punya walau hanya sekadar teman ranjang saja. Aruna memang sudah gila, di saat Mario berusaha menjaga diri untuk tidak berbuat sesuai keinginannya, Aruna malah justru menawarkan diri. Bikin Mario frustrasi. Bagaimanapun Mario menghargai Aruna sebagai mantan tunangan dari sahabatnya. Ia juga sadar bahwa Aruna tidak seperti wanita yang hampir setiap malam menemaninya di ranjang, tapi menolak Aruna cukup berat juga Mario lakukan. Tak munafik, Aruna memang menarik. Rasanya sayang jika harus disia-siakan. Maka, dengan banyak pertimbangan Mario akhirnya menerima tawaran Aruna untuk bersenang-senang. Dengan syarat .. Dilarang jatuh cinta. Bisakah mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines