SEPENGGAL MIMPI dibalik SEJUTA LUKA

SEPENGGAL MIMPI dibalik SEJUTA LUKA

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Mimpiku sederhana. Tak banyak kata untuk mengungkapkannya. Nyatanya tak ada yang peduli. Apa mereka tahu ? Pertanyaan konyol seperti itu jangan tanyakan padaku. Bahkan untuk setiap mimpiku hanya terlukis indah dalam hati kecilku. Mimpi dan harapan. Dua kata itu memiliku arti besar dalam hidup setiap orang. Harapan adalah sebuah awal baik yang dimulai sebelum menuju sebuah proses untuk meraih mimpi. Berbicara mimpi, apakah dunia ini hanya dipenuhi mimpi ? Nyatanya memang iya. Dunia ini berasal dari mimpi. Kita hidup untuk sebuah impian. Itulah pendapatku. Aku, Starla Kenneta Corner berusaha meraih sepenggal mimpiku diantara luka yang terus menganga setiap harinya. Hingga pada saatnya aku tahu bahwa mimpiku mungkin akan tergapai seiring waktu atau mungkin saja akan tetap menjadi sebuah mimpi tanpa menjadi nyata.
All Rights Reserved
#28
starla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Air Mata Cinta
  • Titik Yang Benar
  • flashback~
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • You're Here, But Not For Me
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Khayalku
  • Perjalanan Cintaku...

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines