Lamaran untuk Syafa

Lamaran untuk Syafa

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 17, 2021
Syafa, mahasiswi tahun kedua Jurusan Kimia di salah satu universitas negeri di kotanya. Ia tidak memiliki impian apa pun setelah satu per satu mimpi yang pernah ia rangkai gugur seperti daun jati di musim gugur. Syafa tak memiliki masa depan. Syafa tak ingin hidup di masa depan. Baginya, ia telah mati sejak kepergian Arkan. Namun, di pertengahan semester empat, seorang laki-laki mendatangi ayahnya dan melamar Syafa. Akankah Syafa menerima lamaran laki-laki itu dan memilih melupakan Arkan? Atau, mungkinkah Syafa menolaknya dan tetap menutup hatinya? Selamat membaca *.*
All Rights Reserved
#228
kimia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • This Feeling In Love
  • Mendadak Ipar
  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • Bitterlove [End]
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Warisan Tak Terduga [END]
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Al Fahri
  • Seperti Sedang Bermimpi [ON GOING]

Naila tak pernah berharap banyak saat melangkahkan kaki ke dunia perkuliahan. Baginya, kampus hanyalah tempat pelarian-dari rumah yang retak, dari masa lalu yang menghantuinya, dan dari perasaan yang tak pernah bisa ia uraikan. Namun, takdir punya cara yang tak terduga. Kehadiran Vino yang penuh teka-teki dan Argantara yang terlalu terang untuk dihindari, perlahan-lahan meretakkan tembok yang telah ia bangun bertahun-tahun. Bersama mereka, Naila terseret dalam pusaran OSPEK, konflik senior-junior, dan persahabatan yang tak selalu mudah dimengerti. Tapi ini bukan sekadar kisah cinta di antara bangku kuliah. Ini tentang luka yang dipeluk diam-diam, tentang pilihan-pilihan yang tak pernah sederhana, dan tentang keberanian mencintai-meski masa lalu terus menggenggam erat. Karena kadang, cinta datang bukan untuk menyembuhkan... tapi untuk mengajarkan cara bertahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines