30 Days Writing Challenge

30 Days Writing Challenge

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 18, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Aku punya sebuah mimpi besar di hidupku yaitu terbitin sebuah buku karya aku sendiri. Hanya saja untuk mencapainya dibutuhkan kemampuan merangkai kata yang bisa membuat pembaca jatuh ke dalam bacaanku nantinya. Apalah artinya sebuah pisau bagus jika tanpa asahan? Lama disimpan di dalam lemari yang dingin membuatnya tumpul. Yup, bukan seberapa indah ukiran gagangnya, tetapi seberapa sering matanya diasah. Karena pisau tumpul yang indah takkan pernah bisa menghasilkan makanan lezat. Inilah salah satu caraku untuk menggapai mimpiku, kata orang bisa itu karena terbiasa. Mari kita biasakan menulis selama sebulan penuh. Semoga saja bisa menghibur walaupun tema yang tercantum sangat personal. Aku harap orang-orang baik yang mengenalku dapat bekerja sama dalam mendoakan yang terbaik untuk kawan/saudara/adik/kakaknya ini dalam mencapai mimpi. Panjang umur hal-hal baik.
All Rights Reserved
#27
30dayswritingchallenge
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ctrl+P My Heart
  • Self Injury's(complete)✔
  • 9 HUSBAND ( Anime X Reader ) 18+ ( END )
  • Trigonometri Traveller [Completed]
  • Aru's 30 Day Journal
  • OUR PROMISE
  • Dark or Light??? ✔
  • Tiga Belas Misi ✔️

Awalnya aku pikir dia cuma bagian dari rutinitasku: tugas menumpuk, tempat print kecil di ujung jalan, dan mas-mas tukang print yang dingin seperti printer yang baru mati lampu. Aku datang dengan segudang tugas, dia menyambut dengan wajah malas. Aku datang dengan deadline mepet, dia menyambut dengan desahan lelah. Malam demi malam, berdua dengan suara mesin printer yang berisik dan aroma tinta yang aneh, tanpa sadar kami mencetak lebih dari sekadar dokumen. Mungkin ada rasa yang ikut tercetak di sela-sela malam-malam itu. Dan mungkin, Ctrl+P bukan lagi soal tugas - tapi soal hati yang diam-diam mencari tempat pulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines