Terukir Cinta Dalam Sanjungan Kata

Terukir Cinta Dalam Sanjungan Kata

  • WpView
    Reads 293
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 24, 2024
Ishika bertemu dengan anak bernama Nevan di sekolah. Anak pindahan yang misterius dan ditakuti oleh siswa-siswi di sekolahnya. Alih-alih berpikir kalau Nevan menakutkan, Ishika lebih yakin lagi kalau anak baru itu hanya merasa kesepian. Bahkan tatapan Nevan yang tajam dan dalam mengingatkan Ishika dengan kakaknya yang sudah meninggal dua tahun lalu. Terkadang kedatangan Nevan membuat otak Ishika mendidih, bisa juga membuat Ishika khawatir karena kondisinya yang sering babak belur, hingga membuatnya jadi pribadi yang suka berpikir keras padahal bukan gayanya. Tapi, ada beberapa hal yang membuat Ishika terenyuh. Nevan suka berucap manis kalau dirinya sedang tidak mood . Memujinya berkali-kali dan tanpa disadari tersirat sesuatu yang manis dari kata-kata remaja 17 tahun itu. Ishika tidak pernah tahu kalau sebenarnya Nevan menyembunyikan sesuatu dari kata-kata yang kerap dia ucapkan, dapatkah Ishika menyadarinya dengan cepat? Publish : 13/05/2024
All Rights Reserved
#2
pensivol10
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • [RWS#2] ALASTAR
  • D E T A K [COMPLETE]
  • Tulisan Ghani (SELESAI)
  • I'm Not A Villainess
  • NAYVAN [END]
  • The Symphony of Gema
  • Me, My Brother and My Badboy [TERBIT]
  • Skala Waktu
  • The Secret Of The Masked Man

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines