BROTHER
  • WpView
    LECTURAS 79
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mié, oct 27, 2021
Darimana saja kau? tanya abang di ambang pintu, aku tersenyum hangat dan menunjukan sebuah piala di lemari itu, abang membaca tulisan yang ada di piala itu. Hanya sampah, untuk apa kau banggakan? Dan sampai kapan kau akan terus melukis? Aku tidak bisa terus mengelola perusahaan ayah sendirian, ucapnya aku hanya diam menatapnya dengan dingin. Jangan egois Arka!, lanjutnya aku mengabaikannya dan berjalan meninggalkannya menuju gudang, di dalam gudang ini aku memperhatikan lukisan yang ku buat setidaknya itu membuat aku merasa tenang,ucapku dalam hati, setelah aku tertidur di gudang aku membuka mataku lalu bergegas untuk berkeliling komplek untuk menenangkan pikiranku mataku tertuju pada sebuah taman kecil di komplek ini, berapa lama aku tidak berkeliling seperti ini, aku baru melihat taman itu,ucapku dalam hati aku berjalan menuju taman itu aku mendudukan tubuhku di bawah pohon rindang aku menghela nafasku sungguh nyaman berada disini saat dalam perjalanan pulang aku melihat ada asap berwarna hitam aku sedikit berlari, aku memasuki rumahku sebelum itu aku melihat ada mobil abang yang sudah terparkir di halaman rumah, aku berlari menuju gudang aku melihat gudah itu sudah kosong, aku berlari menuju taman belakang asap itu semakin tebal saat aku mendekati asap itu aku melihat abang sedang melemparkan kanvas, cat, kuas, dia memberikan tatapan tajam padaku, aku memandang sendu pada api yang berkobar yang disebabkan oleh cat dan kanvas yang terbakar, tanpa disadari air mataku menetes membasahi pipiku.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Eliinaa
  • X = Savior✔
  • Bertumpu
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Memorable
  • Desir Arah
  • Arselio Maverick P.
  • KAIREL [END]
  • Alara's Brothers (Telah Terbit)
  • INTAN (Cerita Pendek - End)
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido