BROTHER
  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Oct 27, 2021
Darimana saja kau? tanya abang di ambang pintu, aku tersenyum hangat dan menunjukan sebuah piala di lemari itu, abang membaca tulisan yang ada di piala itu. Hanya sampah, untuk apa kau banggakan? Dan sampai kapan kau akan terus melukis? Aku tidak bisa terus mengelola perusahaan ayah sendirian, ucapnya aku hanya diam menatapnya dengan dingin. Jangan egois Arka!, lanjutnya aku mengabaikannya dan berjalan meninggalkannya menuju gudang, di dalam gudang ini aku memperhatikan lukisan yang ku buat setidaknya itu membuat aku merasa tenang,ucapku dalam hati, setelah aku tertidur di gudang aku membuka mataku lalu bergegas untuk berkeliling komplek untuk menenangkan pikiranku mataku tertuju pada sebuah taman kecil di komplek ini, berapa lama aku tidak berkeliling seperti ini, aku baru melihat taman itu,ucapku dalam hati aku berjalan menuju taman itu aku mendudukan tubuhku di bawah pohon rindang aku menghela nafasku sungguh nyaman berada disini saat dalam perjalanan pulang aku melihat ada asap berwarna hitam aku sedikit berlari, aku memasuki rumahku sebelum itu aku melihat ada mobil abang yang sudah terparkir di halaman rumah, aku berlari menuju gudang aku melihat gudah itu sudah kosong, aku berlari menuju taman belakang asap itu semakin tebal saat aku mendekati asap itu aku melihat abang sedang melemparkan kanvas, cat, kuas, dia memberikan tatapan tajam padaku, aku memandang sendu pada api yang berkobar yang disebabkan oleh cat dan kanvas yang terbakar, tanpa disadari air mataku menetes membasahi pipiku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alara's Brothers (Telah Terbit)
  • INTAN (Cerita Pendek - End)
  • X = Savior✔
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • BabysitterBoy
  • Desir Arah
  • ALEYA~~

"Siapa sih yang gak seneng punya Abang-abang ganteng kek patung pahatan Yunani? Pinter- pinter pake banget pula, seneng banget 'kan? Ada yang perhatiin, disayangin dan di kabulin apapun keinginan kita asalkan itu baik . Tapi gak bagi gue, punya Abang-abang ganteng buat otak gue serasa mau pecah. Gimna nggak coba?! Abang-abang gue ada 5,laki semua pula. Sebenarnya bukan itu yang jadi masalahnya, melainkan Abang-abang gue itu kelewatan posesif sama gue. Di tambah gue bakalan dihukum kalo ngelawan,parah banget gak sih? Harus ini lah, itu lah. Kalau gak, siep-siep aja kena semprot gue kalau gak nurut . Belom lagi masalah makan, pakaian, temen. Semua harus diatur dan sepengetahuan mereka. Mereka harus di seleksi dulu ,ngeri gak sih jadi gue? Bahkan nyokap bokap gue aja ngedukung. Bahkan lebih sadis dari Abang-abang gue. Serasa di penjara gue tiep hari." Nah, inilah kisah gue sama kelima Abang posesif gue .Kalau penasaran kuy mampir. Do'ain moga jadi anak nurut ma Abang Jum'at 25 September 20

More details
WpActionLinkContent Guidelines