[Heartbeat]
"Sekali lo berurusan sama Daniel. Kecil kemungkinan lo buat lepas dari dia. Karena Daniel, bukan orang yang mudah lepasin lawannya."
Daniel Aska Sagara, sudah bukan rahasia umum lagi jika orang-orang menyebutnya sebagai cowok yang tidak memiliki hati, terlebih di sekolahnya. Sekolah yang hanya bisa dimasuki anak-anak kalangan elit bertajuk Cakrawala.
Dia memang pemberontak, perusuh, dan suka mengintimidasi lawan. Tapi, Daniel bukan orang yang suka memulai, dia hanya hobi memperpanjang perkara. Terkecuali untuk sosok bernama Altair Rajendra.
Nara Zarina, gadis panti asuhan yang beruntung bisa berbaur dengan anak Cakrawala. Di seminggu sejak ia resmi menjadi siswa sekolah elit itu, ia harus menelan ludah ketika berurusan dengan iblisnya Cakrawala; Daniel.
Entah bagaimana bisa, tiba-tiba Daniel mengklaim Nara sebagai miliknya. Sayangnya, tidak ada yang tahu alasan Daniel menjadikan Nara kekasihnya.
Hingga tiba saatnya, semua terbongkar. Nara mengerti. Daniel terlalu egois dengan menjadikannya sebagai umpan luka masa lalunya.
Dan dari sinilah, satu-persatu luka kembali terungkap. Luka yang terjadi antara Daniel dan Altair, orang yang paling Daniel benci karena telah melenyapkan seseorang yang paling ia cintai.
[17+] Mengandung ungkapan serta perlakuan kasar yang tidak disarankan untuk ditiru!
(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA.
"Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!"
Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam.
"Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini."
"Orang kayak lo emang pantes dapet temen?"
"Makanya gak usah belagu! Dasar babu!"
Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan.
Mengapa begitu banyak orang yang membencinya?
Apa salahnya?
Di mana letak kekurangannya?
"Urus diri lo sendiri!"
"Dasar manja!"
"Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois."
Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri.
Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca.
Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa.
....
Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.